"Total domain .id per akhir tahun 2016 tembus satu juta lebih dengan market share 86 persen," ujar Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (11/1).
Di luar jumlah satu juta lebih situs dengan domain .id dari Kominfo tadi, kini PANDI mencatat domain reguler .id sebanyak 199.045 situs, tumbuh sekitar 30 persen dari catatan tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun secara teknis sudah diaktifkan oleh PANDI, di Kominfo statusnya masih direservasi," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Sammy Abrijani Pangerapan, ditemui di tempat yang sama.
Domain cadangan tadi diprioritaskan Kominfo untuk kebutuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu, penggunaan domain banyak dipakai oleh pedesaan, komunitas, dan sekolah. Pemerintah menargetkan pada 2017 ini seluruh domain sudah terserap oleh masyarakat.
Provinsi Jawa Barat sejauh ini merupakan yang paling banyak menyerap program sejuta domain .id yakni sebanyak 6.660 situs, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah di kisaran 5 ribuan situs. Sedangkan Papua Barat tercatat sebagai yang paling sedikit dengan 11 situs.
Dengan terwujudnya program sejuta domain .id ini, Indonesia dinobatkan sebagai pemilik domain lokal terbanyak di Asia Tenggara.
Indonesia telah melampaui perolehan domain Vietnam dan Malaysia yang sebelumnya berada di peringkat satu dan dua di kawasan ASEAN. Vietnam dengan domain .vn tercatat memiliki 600 ribuan situs, sedangkan Malaysia hanya punya sekitar 350 ribu saja.
Menurut Sammy, kuantitas situs berdomain .id ini penting untuk menjaga peredaran trafik internet tetap berada di dalam negeri. Trafik yang besar itu juga mampu menghemat anggaran penyedia jasa internet lokal dalam menyedot bandwidth internasional.