Deputy Director ICT Strategy and Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menjelaskan dari segi kecepatan, teknologi 4.5G mampu mendorong kecepatan internet mencapai 1GB.
“Dari kecepatan tersebut ada tiga aspek yang menjadi penerapan teknologi 4.5G yaitu video, WTTx dan Cellular Internet of Things,” katanya, saat berbincang, di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi, misal operator, tinggal memasangkan semacam modem khusus untuk menangkap jaringan kemudian ditembakan dalam bentuk WiFi. Hanya bedanya, tak seperti FTTx, pelanggan tak perlu menarik kabel jaringan,” katanya.
“Jadi, coverage luas, kecepatan dobel, jarak makin nambah dan juga makin bagus. Soal experience pun tak jauh berbeda,” tukasnya.
Rosidi mengklaim, layanan WWTx cocok untuk pasar Indonesia, yang mana infrastruktur fiber optic-nya belum merata. Salah satu negara di Asia Tenggara yang sudah menerapkan teknologi ini adalah Filipina.
Tentu saja ini sangat cocok untuk Indonesia yang sedang menggenjot dunia digital agar bisa dinikmati oleh banyak kalangan, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM).
Karena di sektor yang menjadi pilar utama ekonomi Indonesia tersebut, berkontribusi lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bahkan, pemerintah Indonesia yakin nilai e-commerce tanah air akan menembus angka US$ 130 miliar pada tahun 2020 mendatang. (tyo)