Managing Director Line Indonesia Ongky Kurniawan menjelaskan bahwa tempatnya bekerja telah menerapkan sistem kurasi khusus untuk mempersempit peredaran berita palsu.
Selain menggandeng 70 media, Line memiliki tim kurasi tersendiri yang bertugas menyortir konten berita palsu atau hoax.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Line Tantang Developer Buat Bot Bermutu |
Secara runut, setiap pekan tim kurasi Line akan mengumpulkan informasi hoax dari mitra media mereka. Tim tersebut akan mengkompilasi berita-berita palsu tadi menjadi sebuah laporan.
Sebagai penyempurna, Line menyebarkan artikel kompilasi kabar hoax itu ke semua penggunanya melalui akun Line Today.
Namun keputusan menampilkan artikel kompilasi kabar bohong tadi terbilang terlambat karena hanya sekali dalam sepekan. Ongky beralasan perlu sumber tenaga lebih untuk melakukannya.
"Saat ini baru bisa seminggu sekali karena resource kita masih terbatas," aku Ongky.
Metode ini telah dilakukan Line sejak Januari lalu dan akan terus dilanjutkan.
Line mengklaim layanan Line Today mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan walaupun mereka menolak memberi data pendukungnya.
Selain metode tadi, Line juga merangkul Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Trust Positif untuk menyebarkan kriteria berita hoax ke masyarakat lebih luas. (evn)