Laporan dari Manila

Pendeteksi Hoax Buatan Indonesia jadi Jawara Imagine Cup 2017

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 14:12 WIB
Tim Cimol yang menciptakan perangkat lunak pendeteksi informasi hoax, Hoax Analyzer terpilih sebagai pemenang mengungguli tim dari Singapura dan Filipina. Tim Cimol pembesut aplikasi pemberatas hoax terpilih sebagai pemenang Microsoft Imagine Cup 2017. (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Manila, CNN Indonesia -- Tim Cimol yang mewakili Indonesia berhasil menjuarai kompetisi Imagine Cup 2017 dari Microsoft di Manila, Filipina. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyingkirkan sembilan peserta lain asal Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Indonesia mengungguli Singapura dan Filipina yang harus puas di posisi kedua dan ketiga yang sama-sama menawarkan solusi teknologi di bidang kesehatan.

Tim Cimol yang menciptakan perangkat lunak pendeteksi informasi hoax bernama Hoax Analyzer mendapat penilaian tertinggi dari enam juri. Teknologi yang mereka tawarkan dianggap mewakili solusi yang dibutuhkan masyarakat saat ini terkait maraknya berita palsu di internet.


Inovasi yang dibuat oleh tim Cimol tergolong berbeda dengan buatan kompetitornya di kejuaraan ini. Mayoritas kontestan dari negara lain menciptakan inovasi yang berkaitan dengan kesehatan, baik itu untuk manusia maupun untuk hewan ternak.

"Mereka mengidentifikasi kebutuhan yang nyata dan menawarkan solusi dengan teknologi," ungkap Dave Miller, Developer Experience Lead untuk Microsoft Asia Pasifik, Selasa (25/4).

Hoax Analyzer yang ditawarkan oleh tim Cimol adalah alat untuk mendeteksi informasi hoax berdasarkan masukan teks. Oleh salah satu anggotanya, Adinda Putra atau biasa dipanggil Adi, inovasi yang mereka buat adalah bentuk automasi pengecekan silang sebuah informasi.

Sistem aplikasi Hoax Analyzer akan menguji kebenaran suatu informasi di internet dengan menarik informasi dengan kata kunci serupa dari situs-situs yang dianggap kredibel seperti Snopes.com, sebuah situs pemeriksa fakta asal Amerika Serikat.

Setelah proses pengecekan selesai, aplikasi akan mengeluarkan skor yang menentukan kadar kebenaran informasi yang diuji.

Setelah memenangi kejuaraan dari Microsoft ini, tim yang terdiri dari Adi, Feryandi Nurdiantoro, dan Tifani Warnita akan terbang ke Seattle, AS, pada Juli nanti. Mereka akan melenggang untuk bersaing dengan perwakilan negara di seluruh dunia.

Selain hak berkompetisi di Seattle, tim Cimol pun diganjar hadiah senilai US$3.000 atau sekitar Rp40 juta. Sementara bila kembali juara di babak final di Seattle nanti, mereka dapat memenangi hadiah senilai Rp1,3 miliar dan kesempatan mendapat bimbingan dari CEO Microsoft Satya Nadella.


BACA JUGA