Indonesia mengungguli Singapura dan Filipina yang harus puas di posisi kedua dan ketiga yang sama-sama menawarkan solusi teknologi di bidang kesehatan.
Tim Cimol yang menciptakan perangkat lunak pendeteksi informasi hoax bernama Hoax Analyzer mendapat penilaian tertinggi dari enam juri. Teknologi yang mereka tawarkan dianggap mewakili solusi yang dibutuhkan masyarakat saat ini terkait maraknya berita palsu di internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengidentifikasi kebutuhan yang nyata dan menawarkan solusi dengan teknologi," ungkap Dave Miller, Developer Experience Lead untuk Microsoft Asia Pasifik, Selasa (25/4).
Sistem aplikasi Hoax Analyzer akan menguji kebenaran suatu informasi di internet dengan menarik informasi dengan kata kunci serupa dari situs-situs yang dianggap kredibel seperti Snopes.com, sebuah situs pemeriksa fakta asal Amerika Serikat.
Setelah proses pengecekan selesai, aplikasi akan mengeluarkan skor yang menentukan kadar kebenaran informasi yang diuji.
Setelah memenangi kejuaraan dari Microsoft ini, tim yang terdiri dari Adi, Feryandi Nurdiantoro, dan Tifani Warnita akan terbang ke Seattle, AS, pada Juli nanti. Mereka akan melenggang untuk bersaing dengan perwakilan negara di seluruh dunia.
Selain hak berkompetisi di Seattle, tim Cimol pun diganjar hadiah senilai US$3.000 atau sekitar Rp40 juta. Sementara bila kembali juara di babak final di Seattle nanti, mereka dapat memenangi hadiah senilai Rp1,3 miliar dan kesempatan mendapat bimbingan dari CEO Microsoft Satya Nadella.