Buka di Binus, Program Pelatihan Apple Terbuka Untuk Semua

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 18/08/2017 10:00 WIB
Buka di Binus, Program Pelatihan Apple Terbuka Untuk Semua Dirjen ILMATE Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan (kiri) dan Rektor Universitas Bina Nusantara (kanan) saat memberikan keterangan kepada pers soal program kolaborasi Apple (dok: Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple membuka program iOS Foundation di kampus Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutra, Tangerang, Jawa Barat. Program ini dibuka sebagai pemanasan sebelum perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu membuka pusat riset dan inovasi mereka. 

"Kan kalau pusat inovasinya jadi, masa harus menyiapkan orang lagi? Jadi orangnya disiapkan di sini," ujar I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, di kompleks Binus di Alam Sutera, Tangerang, Rabu (16/8). Ia mengatakan program ini merupakan percontohan untuk proyek serupa di masa depan. 

Mahasiswa yang tergabung dalam program ini dipilih berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan Apple langsung melalui sejumlah tes. Sejauh ini hanya mahasiswa dari latar jurusan teknologi yang diperbolehkan mendaftar di iOS Foundation Program ini.



Meski demikian, Rektor Binus Harjanto Prabowo menyatakan pihakya akan membuka pendaftaran bagi mahasiswa dari kampus lain. Bahkan program ini terbuka tak hanya untuk mahasiswa berlatar teknologi, pendaftaran program bisa diakses juga oleh mahasiswa dari jurusan non-teknologi.

"Pendaftaran untuk mahasiswa dari luar Binus mungkin akan dibuka di batch 3 atau 4," pungkas Harjanto.

Fasilitas

iOS Foundation Program itu bertempat di lantai 3 perpustakaan Binus. Program ini memuat 30 mahasiswa per angkatan. Di program ini, mahasiswa diajarkan cara membuat aplikasi serta mengembangkan produknya agar diterima masyarakat. Sayangnya, pihak Binus tak mengijinkan awak media melihat ruang iOS Foundation Program.


Apple menyediakan fasilitas berupa MacBook Pro terbaru, iPhone 7, dan 7 Plus bagi mahasiswa yang tergabung di program ini. Fasilitas tersebut bersifat pinjaman.

Harjanto menuturkan program ini sebenarnya sudah berjalan dua gelombang. Tiap gelombang memakan waktu belajar satu bulan. Setiap mahasiswa yang bergabung di program ini ditargetkan membuat satu aplikasi berbasis iOS.

"Tempat ini namanya iOS Foundation Program yang nantinya akan dibesarkan di pusat inovasi (Apple) di BSD," tukas Harjanto.

(eks/eks)