'Dokter Android' Bagi Tip Amankan Ponsel dari Virus

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 10/10/2017 17:44 WIB
'Dokter Android' Bagi Tip Amankan Ponsel dari Virus Google membagikan cara mengamankan ponsel agar tak terinfeksi virus, malware, dan lainnya. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Android tercatat sebagai sistem operasi yang banyak diadopsi pengguna ponsel pintar di seluruh dunia. Hanya saja, popularitas Android di sisi lain juga terancam isu keamanan.

Android disebut sebagai sistem operasi yang cukup rentan disusupi malware, virus, dan ancaman lainnya.

Menanggapi hal itu, Adrian Ludgwig, Direktur Teknik di Android membagikan sejumlah saran. Adrian menyebut ada lima langkah yang bisa dilakukan oleh pengguna Android untuk menjaga perangkat tetap 'sehat'.


Pertama, memakai fitur pengunci layar. Fitur ini disebut menjadi cara paling sederhana untuk menghindarkan diri dari tangan-tangan jahil, mulai dari pengintip percakapan hingga pihak yang ingin mencuri informasi berharga.

Langkah kedua yakni dengan melakukan back-up semua data yang tersimpan di ponsel secara berkala. Meski terkesan sederhana, namun hal ini sudah menjadi keharusan bagi pengguna ponsel untuk melindungi data penting agar tak ikut lenyap begitu saja ketika perangkat diretas.

Tips ketiga yakni tidak mengunduh aplikasi dari toko aplikasi atau sumber lain yang tidak terpercaya.

Adrian yang merupakan mantan karyawan di Departemen Pertahanan AS ini mengatakan, kemungkinan risiko yang didapat dari toko aplikasi yang tidak jelas bisa jauh lebih besar dari yang resmi seperti Play Store.

"Yang perlu diperhatikan adalah, dari mana aplikasi itu berasal. Kalau mengunduh dari luar Google, kemungkinannya bisa sepuluh kali lebih rentan ketimbang yang diunduh dari Play Store," ungkapnya disela konferensi video, Selasa (10/10).

Ia juga menyarankan para pengguna memasang Google Play Protect, aplikasi khusus dari Google untuk perangkat Android. Play Protect disebut tak pernah berhenti memindai ancaman malware dan ancaman sejenis.

Langkah terakhir yang disarankannya adalah memasang sistem otentifikasi ganda atau two-factor authentication (TFA) di Google Services. Sistem TFA ini mengandalkan nomor ponsel sang pemilik agar siapa pun yang mencoba menerobos keamanan Android miliknya bisa ketahuan.