Kenali Level Kerentanan Ponsel Android

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 07:18 WIB
Kenali Level Kerentanan Ponsel Android Jumlah dan tingkat kerumitan perangkat Android yang terinfeksi malware diketahui berbeda-beda di setiap area. (Foto: smalox/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Android merupakan sistem operasi dengan jumlah pengguna yang sangat besar. Ancaman yang mengintai di Android untuk mengeksploitasi celah keamanannya tak boleh diabaikan.

Adrian Ludwig, Direktur Teknik Android di Google, menyampaikan jumlah pengguna aktif Android tiap harinya sudah melebihi 1,4 miliar. Dengan angka tersebut, Ludwig berani mengklaim Android adalah platform terbesar di dunia.

Ancaman ini makin nyata setelah Ludwig membuka sedikit data mengenai jumlah perangkat Android yang terjangkit malware.


"Tahun lalu ada sekitar 0,5 - 1 persen perangkat terinfeksi malware," terang Ludwig dalam konferensi video, Selasa (10/10).

Ludwig enggan menyebutkan nominal perangkat yang terinfeksi. Selain itu, ia pun tak menjelaskan lebih jauh apakah persentase itu diambil dari jumlah perangkat Android yang aktif secara harian, bulanan, atau tahunan.

Kendati demikian, Ludwig menekankan jumlah perangkat Android yang terinfeksi sudah sedikit turun dari sebelumnya, yakni terjaga di kisaran 0,5 persen saja. "Angkanya cukup stabil," klaimnya.

Guna mengurangi kemungkinan terkena serangan malware, Ludwig menyarankan pemilik ponsel Android segera beralih ke sistem operasi terbaru yakni Android 8.0 Oreo.

Menyangkut gelombang serangan malware yang melanda secara berkala, Ludwig mengatakan ada pola serangan yang berbeda di setiap daerah. Asia Tenggara misalnya, punya level ancaman yang masih biasa saja.

Ia menceritakan bahwa timnya pernah menemukan serangan malware di Rusia yang tingkat kesulitannya sangat parah dibanding serangan yang pernah ditemukan di kawasan lain.

Guna menanggulanginya, ada satu cara yang dipakai Ludwig dan timnya yaitu memakai bantuan machine learning. Dengan machine learning, Google bisa memetakan tipe-tipe serangan malware yang melanda suatu kawasan di seluruh dunia dalam satu waktu sehingga penanganannya bisa lebih komprehensif.