Bisnis Seluler Jenuh, Operator Gantung Harapan dari IoT

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 06:50 WIB
Bisnis Seluler Jenuh, Operator Gantung Harapan dari IoT Ilustrasi perangkat yang terhubung internet. Di Indonesia, industri telekomunikasi menilai potensi IoT lebih besar di kalangan korporat ketimbang pengguna akhir (consumer) (dok. Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan penggunaan layanan data di Indonesia telah mengalami kejenuhan. Operator seluler perlu memberikan layanan lain yang kesempatannya lebih terbuka, salah satunya adalah lewat internet of things (IoT).

Hal itu dikatakan oleh Budiharto Group Head Business Product Indosat Ooredoo saat ditemui di diskusi yang diselenggarakan Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, hari ini (16/10).

“IoT itu adalah masa depan kami di telco. Kalau di seluler kan market sudah jenuh sedangkan untuk IoT ini masih terbuka sangat lebar. Jadi mau ga mau telco akan masuk ke sana,” kata Budi.



Lebih lanjut dia menerangkan bahwa hal itu bukan berarti Indosat Ooredoo akan menjadi perusahaan teknologi informasi. Hanya saja sebagai operator, Indosat akan memanfaatkan pita lebar dan pita sempit untuk keberlanjutan bisnisnya.

“Sebagai operator kita harus mengakses broadband dan narrowband. Kalau broadband itu seluler sedangkan kalau yg narrowband itu lebih perangkat IoT,” lanjutnya.

Untuk berbisnis di narrowband, Budi mengatakan perusahaan akan bersinergi dengan penyedia solusi lain. Indosat tidak akan secara langsung membangun solusi sendiri namun lebih menyediakan konektivitas yang menjadi bisnis utama perusahaan.

“Memang untuk menuju ke sana kita perlu bersinergi, tidak akan kami lakukan semuanya sendiri [...] Apapun yang kami layani adalah hal-hal yang berbau IT tetapi harus ada konektivitasnya,” lanjutnya.


Soal industri IoT, Budi menjelaskan bahwa Indonesia masih dalam tahap pembelajaran. Namun perusahaan tak ingin kehilangan potensi sehingga harus menghadapi tantangan yang saat ini ada.

Berbeda dengan berjualan data, tantangan menggarap IoT adalah karena ekosistemnya yang lebih rumit. Pasar dari bisnis disebut Budi berasal dari korporasi dan perusahaan.

“Untuk yang narrowband itu memang secara infrastruktur lebih murah, karena namanya juga low power tetapi solusinya kompleks. Ini karena IoT sifatnya lebih ke korporat enterprise,” pungkasnya.

Hal ini lantaran, industri banyak menggunakan solusi ini untuk melakukan otomasi di pabrik ataupun lokasi pengembangan usahanya. Misal, memasang sensor yang terhubung internet untuk menentukan dan memberi peringatan usia pakai mesin atau perangkat lain atau untuk keperluan lainnya.