Melansir dari laman Haaretz, pria yang bekerja di Tepi Barat ini sebenarnya hanya menuliskan ucapan ‘selamat pagi’ sebagai pengiring foto yang ia unggah. Dalam foto itu, ia sedang berpose di depan sebuah bulldozer.
Kepolisian Israel yang melihat status itu menilainya sebagai ancaman. Masalahnya, mereka melihat unggahan itu dalam versi yang salah diterjemahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi Israel lantas langsung mengaitkan pria Palestina ini sebagai bagian dari pelaku tabrak lari memakai bulldozer yang pernah meresahkan di masa lalu dan menangkapnya.
Terkait kasus ini, Facebook sudah meminta maaf kepada mereka yang terdampak kesalahan penerjemahan mesin mereka.
“Sayangnya, sistem penerjemahan kami error pekan lalu. Meski sistem itu lebih baik setiap harinya, kesalahan seperti ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan kami telah mengambil tindakan,” jelas Facebook sebagaimana dilaporkan kepada Gizmodo.