Kewajiban registrasi ulang justru bisa membuat pengguna seluler lebih tertib dalam menggunakan nomor ponsel. Secara langsung akan meningkatkan loyalitas pengguna terhadap satu nomor seluler.
“Masa pelanggan gara-gara registrasi jadi ngga mau pakai kartu lagi, kan ngga mungkin. Karena kalau ngga registrasi masa ngga punya nomor seluler, justru aturan ini bisa mengubah cara mereka melanjutkan layanan,” jelas Danny disela diskusi media di Plaza Sentral, Jakarta Pusat, Selasa (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan ini, menurutnya tak akan berimbas pada berkurangnya jumlah pelanggan. Namun meningkatkan loyalitas pelanggan. Terlebih, bisnis gerai masih akan berjalan normal mulai dari menjual nomor perdana hingga isi ulang.
Dolly Susanto Consumer Marketing Manager Hutchison Tri Indonesia menambahkan, tahun lalu pihaknya bisa menjual 10 juta kartu perdana. Namun hanya sekitar 30 persen yang menjadi pelanggan tetapnya.
Menurutnya, dalam sebulan industri telekomunikasi di Indonesia bisa menjual 45 juta kartu dari semua operator. Dalam musim tertentu seperti Lebaran, penjualan kartu perdana meningkat bisa mencapai 60 juta.
Ada beberapa faktor yang membuat penjualan kartu perdana terus diburu. Selain harga yang murah, juga segmentasi pengguna seluler yang makin muda.
“Setidaknya ada dua faktor, pertama karena harga cip semakin murah yakni hanya Rp1.150 dan pelanggan juga makin muda mulai dari 8 tahun sudah punya gadget sendiri,” ungkap Dolly menambahkan. (evn)