Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Kemenhub Tinjau Kelaikan Bus

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 11/12/2017 12:27 WIB
Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Kemenhub Tinjau Kelaikan Bus Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tes kelaikan jalan bagi bus jelang libur Natal dan Tahun Baru 2018. (dok. CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kelaikan kendaraan (rump check) untuk transportasi massal. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru.

"Kasihan kan kalau orang mau senang-senang ngumpul, eh kecelakaan. Jangan sampai seperti itu karena apa ya remnya blong. Ini kami gerakan dan koordinasi dengan (Dishub) daerah juga," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Ancol, Jakarta Utara, pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ada 25 bus dari beberapa perusahaan yang mengikuti rump check dengan empat diantaranya dinyatakan tidak lolos uji. Kendaraan yang lolos uji akan mendapatkan stiker berlogo Kemenhub.


Ramp check difokuskan pada tiga unsur yakni administrasi, teknis, dan penunjang. Unsur administrasi meliputi SIM umum, STNK, surat tanda uji kelayakan (STUK) dan kartu pengawasan. Unsur teknis mencakup sistem penerangan, sistem pengereman, serta kelaikan ban depan dan ban belakang kendaraan

Sementara unsur penunjang, pemeriksaan bakal meliputi pengukur kecepatan (speedometer), sabuk keselamatan pengemudi, kaca depan dan penghapus kaca depan (wiper), juga kaca spion hingga klakson.

Apabila ditemukan pelanggaran administrasi dan teknis, pengemudi akan menerima sanksi berupa tindakan tilang hingga larangan beroperasi. Sementara, bila ditemukan pelanggaran pada unsur penunjang makan akan diberikan catatan agar segera melengkapi dan memenuhi persyaratan sebelum bisa beroperasi kembali.

Diklaim sukses tekan kecelakaan

Budi mengungkapkan ramp check tergolong sukses menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia mengungkapkan, hal itu berkaca pada kesuksesan saat libur Lebaran yang mampu mengoreksi jumlah kecelakaan hingga 30 persen dibandingkan setahun silam.

"Tahun 2016 ke 2017 kami sudah mempunyai sesuatu upaya dan peningkatannya tinggi sekali. Bisa mengkoreksi 20 sampai 30 persen pada saat Lebaran," kata dia.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat kembali menurunkan 30 persen angka kecelakaan dibandingkan libur Natal dan Tahun Taru 2016. "Makanya kami ingin konsisten (ramp check) dengan Jasa Raharja dan Organda. Kami akan dorong lagi ramp check biar turun 30 persen sehingga orang percaya bus adalah angkutan massal yang bisa diandalkan," ungkapnya.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan lebih rinci kemungkinan masyarakat beralih menggunakan transportasi massal. Ia menyebut transportasi umum kedepannya bisa menjadi pilihan warga untuk menekan angka kemacetan, polusi, dan masalah lain dibandingkan menggunakan transportasi pribadi.

"Ya berkeinginan (persentase) 20-30 persen turun kalau antar kota. Untuk perkotaan, 2021 itu kemacetan turun akan drastis pada saat MRT juga LRT selesai," jelasnya. (evn/evn)