Opsi atur ulang statistik (reset statistics) yang berada di menu setelan aplikasi ini disebut bisa menghapus memori yang 'dimakan' oleh WhatsApp.
Dengan leganya ruang memori ponsel yang digunakan oleh WhatsApp, disebut akan mendongkrak kinerja ponsel. alasannya memori yang diambil oleh WhatsApp sudah 0 KB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat yg HP nya berat karena banyak tergabung di grup WA nih tips buat ringanin nya. Ga perlu keluar dari Grop, gabung lebih dr 100 Grop hape masih tak lemot alias banter kencang," demikian bunyi awal pesan berantai tersebut.
Statistik di opsi tersebut hanyalah angka semata. Alfons membandingkannya seperti odometer di kendaraan bermotor.
"Yang di-reset hanya odometer statistik saja. Tidak ada hubungan dengan data WhatsApp yang terkait atau memengaruhi performa WhatsApp," jelas Alfons dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (27/11).
"Sehingga secara logis pengaruh ke performa dari reset statistik dapat dikatakan sangat amat kecil atau tidak ada engaruhnya sama sekali terhadap performa WhatsApp," tegasnya.
"Tujuannya adalah supaya pengguna WhatsApp dapat mengetahui secara detail seberapa besar penggunaan data dan aktivitas apa saja yang menggunakan data besar sehingga bisa dibatasi," pungkas Alfons.
Sebagai salah satu aplikasi paling populer di dunia, WhatsApp kerap menjadi sumber informasi palsu atau bahkan penipuan. (eks)