Pembeli Gramedia.com Protes, Buku Diskon Harbolnas Tak Sampai

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 05/01/2018 12:13 WIB
Pembeli Gramedia.com Protes, Buku Diskon Harbolnas Tak Sampai Gramedia.com mendapat protes dari sejumlah pengguna lantaran pesanan saat Harbolnas tak kunjung dikirim (Gramedia.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pelanggan mengeluhkan buruknya pelayanan Gramedia.com. Sebab, buku yang mereka pesan saat Harbolnas kemarin masih belum datang hingga saat ini.

Keluhan terkait layanan Gramedia.com kebanyakan berpangkal pada dua hal yakni lambatnya pengiriman buku yang pelanggan pesan dan kiriman buku yang salah alamat.

Annisa Dini (24) adalah salah satu yang mengalami salah satu pengalaman tak mengenakkan itu. Saat itu, ia memesan lima buku sekaligus. Tapi, sampai saat ini baru satu buku saja yang sudah diinformasikan dalam perjalanan.


"Sempet ada email katanya dalam perjalanan, tapi cuma satu. Ini beli buku apa cicilan rumah?" kata perempuan yang akrab disapa Anis itu kepada CNNIndonesia.com melalui pesan instan, Jumat (5/1).

Satu buku yang diinformasikan sedang diantar itu pun belum sampai ke tangan Anis sampai sekarang.

Irwanto Widyatri (25) mengalami hal serupa. Bedanya, dia mengalami keterlambatan pesanan dan kesalahan pengiriman sekaligus.

Sengaja bangun pukul 04.00 WIB, Irwanto tak ingin kehabisan stok buku di program Harbolnas dari Gramedia.com yang memberi diskon 50 persen ke semua buku. Total ia memesan lima buku dalam dua pesanan terpisah di hari itu.

Notifikasi dari Gramedia.com menyebut pesanan akan datang paling lambat pada 22 Desember 2017, namun ternyata buku datang sehari kemudian.

"Okelah telat satu hari. Nah tahu-tahu, yang saya dapatkan tiga buku novel yang tidak saya pesan," tulis Irwanto ketika dihubungi melalui layanan pesan instan Facebook Messenger.


Keluhan di medsos

Jengah dengan ketidakjelasan informasi dan komplain yang tak digubris oleh Gramedia.com, Irwanto menuliskan pengalamannya di beranda akun Facebook miliknya pada 23 Desember 2017.

Dalam postingan tersebut, ada seorang kawan Irwanto yang menyolek salah satu petinggi Gramedia.com bernama Kelvin Wijaya. Lantas ia dihubungi lewat oleh pejabat perusahaan itu dan sehari kemudian pada 24 Desember 2017, tiga buku yang ia pesan akhirnya sampai ke tangannya.

"Pak Kelvin Wijaya message saya. Katanya besok akan dikirim sesuai pesanan. Langsung besoknya bener sampai buku sesuai pesanan saya dari Gramedia Palmerah via JNE (bukan ARK lagi)," sambungnya.

Dari lima buku yang dipesan, Irwanto baru menerima tiga buku hingga tulisan ini dibuat. Sementara pesanan lima buku milik Anis pun tak kunjung tiba di rumahnya.


Tak hanya Anis dan Irwanto, sejumlah pelanggan lain juga bernasib sama. Keluhan-keluhan mereka bisa ditemukan dengan mudah di Twitter dan Facebook.

Rata-rata pelanggan yang lantang menyuarakan keluhannya di linimasa Twitter bernada serupa: pesanan buku belum datang, tak ada informasi jelas, dan beberapa pesanan buku yang tertukar.

Akun resmi Gramedia.com di Twitter ramai menjadi sasaran keluhan pelanggan. Namun dari pengakuan Anis dan Irwanto, tanggapan tim Gramedia.com di Twitter tak membantu.



"Ini diskon dalam rangka merayakan hari raya belanja online, tapi kalau kaya gini orang malah jadi kapok belanja online," pungkas Anis. Sementara Irwanto bingung mengapa perusahaan sekelas Gramedia.com bisa punya pelayanan seburuk itu. (eks/eks)