BI Nilai Penggunaan Kode QR GoPay Tidak Sesuai Izin Uji Coba

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 10:54 WIB
BI Nilai Penggunaan Kode QR GoPay Tidak Sesuai Izin Uji Coba Ilustrasi (Foto: CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menilai penyelenggaraan uji coba GoPay memakai fitur kode QR terlalu luas. Salah satu indikator yang mereka lihat adalah penyelenggaraan Go-Food Festival yang menggunakan fitur baru pembayaran tersebut.

"Iya antara lain (penggunaan alat pembayaran dalam Go-Food Festival)," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilans Sistem Keuangan BI, Sempa AH Sitepu, melalui pesan singkat.

Go-Food Festival sendiri adalah festival kuliner yang diselenggarakan oleh Gojek. Festival itu diisi oleh penjaja makanan pilihan yang sudah bermitra dengan Go-Food. Acara itu berjalan selama sebulan mulai dari 19 Desember 2017 hingga 19 Januari 2018.
Pada acara itu juga, transaksi pembayaran seluruhnya sudah memakai fitur kode QR yang ada di GoPay. Hal inilah yang dianggap oleh BI terlalu luas.


"Harusnya lebih terbatas scopenya, karena tujuannya hanya untuk menguji kesiapan sistem sebelum diajukan permohonan pengembangan produk kepada BI," jelas Sempa.

Dalam surat bertanggal 11 Januari 2018, BI melayangkan perintah kepada PT Dompet Anak Bangsa, atau biasa dikenal sebagai GoPay, untuk menghentikan uji coba pembayaran memakai kode QR. Perintah itu akan berlaku efektif pada 18 Januari nanti.
Mereka menilai penyelenggaraan uji coba kode QR GoPay yang diajukan oleh GoPay tidak sesuai dengan temuan di lapangan. Alih-alih uji coba, BI melihat pelaksanaan kode QR di GoPay sudah seperti produk atau aktivitas baru. Keputusan itu didasari oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Melalui surat tersebut juga diketahui bahwa GoPay mengajukan uji coba penerimaan pembayaran menggunakan fitur static QR pada 25 September 2017 dan dynamic QR pada 25 Oktober 2017. Lalu pada 17 November, GoPay menyampaikan hasil uji coba mereka sekaligus rencana peluncuran penuh fitur QR.

Ketika izin yang dikantongi hanya untuk melakukan uji coba namun hasil evaluasi menyatakan kriterianya lebih menyerupai peluncuran produk baru, BI akhirnya mengeluarkan surat tersebut.
"Untuk itu saudara diminta untuk menghentikan kegiatan tersebut selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diterbitkannya surat ini," demikian isi surat.

Sempa juga menegaskan bahwa yang mereka minta hentikan adalah piloting (uji coba) kode QR di GoPay. Selain itu, penggunaan GoPay secara umum masih bisa berjalan normal seperti biasa. (age/age)