Perusahaan e-commerce asal China itu akan memulai debutnya lewat kota Los Angeles, sebelum benar-benar memasuki pasar Negeri Paman Sam dan siap menjual produknya ke konsumen pada akhir tahun ini.
Pihak perusahaan juga disebut tengah menjalani sesi diskusi tahap akhir untuk menjual 15 persen saham logistiknya kepada beberapa investor, termasuk Tencent Holdings Ltd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri JD.com, Richard Liu, menegaskan optimismenya terkait ekspansi ini. Ia bahkan menyebut tak menyoalkan soal biaya yang harus digelontorkan untuk ambisinya ini.
"Dalam satu dekade, kami ingin pasar internasional menyumbang 50 persen dari total profit kami," jelas Richard.
Richard juga mengungkap siap untuk terus menggelontorkan investasi. Perusahaan e-commerce asal China ini juga berencana untuk kian masuk ke pelosok Asia Tenggara dan India hingga akhir tahun ini. Di Indonesia sendiri, JD sudah memiliki layanan e-commerce yang dikenal dengan JD.ID.
"Pasar Amerika akan menjadi target kami selanjutnya dengan membangun gudang sebagai pusat pemenuhan dalam menjalankan layanan jasa pengiriman di hari yang sama," tambahnya.
Ketertarikan JD.com terhadap potensi pasar kota besar di pantai barat Amerika didasari atas berkembangnya diaspora China di sana.
Selain itu, perusahaan yang sudah terdaftar di lantai bursa New York tersebut bergantung pada mitra dan pemegang saham Wal-Mart untuk mendapat modal awal. (eks/sat)