Efek Domino Kamera Ponsel Terhadap Bisnis DSLR

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 11:06 WIB
Menjamurnya tren kamera ponsel tak bisa dipungkiri berimbas terhadap bisnis kamera saku yang juga memengaruhi bisnis kamera mirrorless dan DSLR. Tren kamera ponsel tak dipungkiri memengaruhi kamera saku dan DSLR. (dok. Pixabay/StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjamurnya tren kamera ponsel dan mirrorless tak bisa dipungkiri turut berimbas terhadap bisnis kamera profesional. General Manager of Imaging Division Nikon Indonesia, Sukimin Thio mengamini hal tersebut.

Namun, efek domino tren kamera ponsel tak lantas melibas bisnis kamera profesional dan kamera mirrorless. Sebab menurutnya, masing-masing kamera itu memiliki pasar sendiri-sendiri. 

Kendati demikian, ia tak memungkiri jika penjualan DSLR menurun, terutama yang menyasar kelas entry level karena pindah ke mirrorless. Pasar mirrorless di sisi lain justru menggerus pengguna kamera saku.


"Tren DSLR memang sedikit menurun dari sisi angka, ada kategori baru yang masuk, ada mirrorless di situ. Bukan menggerus pasar DSLR. Mirrorless ini dia menggantikan pasar kamera compact yang tergerus kamera ponsel,” terang Sukimin saat diwawancarai di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1).

Dengan kata lain, Sukimin mengatakan bahwa pengguna kamera mirrorless kebanyakan adalah pengguna saku. Oleh sebab itu kehadiran mirrorless tak mengancam DSLR.

"Pengguna-pengguna mirrorless kebanyakan adalah yang beralih dari kamera saku. DSLR dan mirrorless punya pasar masing-masing, mirrorless tidak dianggap sebagai ancaman," tegasnya.

Terlebih dia melihat bahwa tak ada fotografer profesional yang menggunakan kamera mirrorless hingga saat ini. Singkatnya dia mengatakan mirrorless masih lebih banyak digunakan untuk hobi meski tak menutup kemungkinan jenis kamera ini akan semakin berkembang teknologinya untuk dipakai secara profesional di masa depan. 

Di Nikon sendiri, kamera SLR masih menyumbang porsi penjualan mayoritas saat ini. Sementara, kamera compact diramal bakal terus menurun tahun ini.

"Porsinya SLR 50 persen lebih, mirrorless 20-an persen, sisanya kamera saku. Tahun ini kamera saku pasti turun lagi, DSLR kita harapkan bisa sama seperti tahun lalu," terang Sukimin tanpa mengungkap angka pasti. (evn)