Vice President Director PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Adam Gifari mengungkapkan tahun politik memiliki berkah sebab penggunaan perangkat meningkat hampir di seluruh wilayah.
"Utilisasi meningkat cenderung di mana saja. Spending masyarakat meningkat sehingga perputaran uang pun meningkat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperkirakan tahun ini bisa tumbuh pada kisaran lima hingga sembilan persen," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas dana sekitar Rp500 miliar hingga Rp1,5 triliun akan digunakan untuk pembangunan menara dengan fokus di luar Pulau Jawa.
"Namun, kami belum mengetahui berapa banyak menara yang akan dibangun. Pasalnya, kami masih menunggu kontrak dengan operator terlebih dahulu," paparnya.
Sehingga, operator dengan coverage banyak, akan mendapat untung lebih besar. Pelanggan pun akan membayar lebih untuk pulsa walaupun harga relatif tinggi. Tetapi di beberapa area, ada pengganti operator dengan posisi di tengah. Beberapa kelas yang membuat pilihan operator semakin banyak dan pelanggan bisa memilih sendiri operator yang cocok.
Dia mengungkapkan model bisnis yang mereka lakukan adalah berbagi yakni satu menara dapat diduduki oleh dua hingga tiga perusahaan operator yang berbeda.
"Hingga saat ini memang penyewa tertinggi berada di Jawa karena penduduknya yang banyak dan traffic-nya yang tinggi," tambah Adam.
Ketika dikonfirmasi, Adam mengungkapkan pembicaraan sudah pasti ada, namun belum ada kesepakatan.
"Belum ada yang bisa diumumkan, belum ada yang deal dan belum diketahui juga selesai kapan," ujarnya.
"Kapasitas kami memang didesain untuk kuat, sehingga jika ada kesempatan untuk akuisisi kami siap. Dan kami punya investment grade rating yang kuat tujuannya adalah untuk memiliki akses ke pasar perbankan dan pasar modal di manapun itu," jelasnya.
Saat ini, kapitalisasi pasar Protelindo mencapai Rp36 triliun. Sepanjang tahun lalu, perusahaan ini membangun 2.000 titik sewa baru dan sebagian di antaranya berada di luar Pulau Jawa. (eks)