SpaceX Kirim Satelit di Peluncuran Roket Falcon 9 ke-50

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 08:55 WIB
SpaceX menandai peluncuran ke-50 roket Falcon 9 dengan mengirim satelit komunikasi berukuran terbesar milik operator asal Madrid, Spanyol Ilustrasi. SpaceX mengirim misi milik operator telekomunikasi asal Spanyol demi menandai peluncuran ke-50 roket Falcon 9. (dok. REUTERS/Gene Blevins)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX menandai peluncuran ke-50 dengan melepas misi satelit komunikasi Spanyol pada Selasa (6/6) pukul 00.33 waktu setempat dari Stasiun Angkatan Udara Cape canaveral, Florida. Satelit Hispasat 30W-6 mengorbit sekitar 30 menit usai diluncurkan.

CEO Elon Musk mengatakan misi kali ini merupakan satelit dengan bobot paling besar yang diuncurkan SpaceX sejauh ini. Dalam cuitannya, ia menyebut satelit telekomunikasi kali ini memiliki bobot 6 metrik ton atau setara dengan sebuah bus kota

"Falcon 9 menandai peluncuran ke-50 pada malam ini membawa misi satelit Hispasat dengan kecepatan 6 metrik ton yang akan menjadi satelit geostasioner terbesar yang pernah kami kirim," ungkap Musk.




Peluncuran kali ini tak lain untuk menambah kapasitas Ku dan X band bagi operator yang bermarkas di Madrid, Spanyol. Otomatis saat satelit mengorbit, maka cakupan layanan telekomunikasi di sana akan semakin luas.

"Hispasat 30W-6 akan memberikan tambahan kapasitas layanan broadbad di wilayah Eropa, Mediterania, Amerika, dan Afrika. Tujuannya untuk memperkuat distribusi konten audiovisual di Amerika Latin dan menyediakan konektivitas bagi pengguna mobile," ungkap pihak SpaceX seperti dilansir situs resmi NASA.

Satelit ini nantinya akan berada di orbit geostrasioner dengan jarak sekitar 35.900 kilometer di atas Bumi. Satelit yang dibuat oleh California Company SSL (dulunya Space Systems/ Loral) ini diproyeksikan bertahan hingga umur 15 tahun.

Falcon 9 sendiri pertama kali diluncurkan pada Juni 2010. Selama satu dekade, Falcon 9 tercatat hanya mengalami dua kegagalan peluncuran roket pada Juni 2015 dan September 2016. Tingginya biaya peluncuran mendorong SpaceX merancang Falcon 9 sebagai roket yang bisa dipakai selama berulang kali. (btg/evn)