Langkah ini tak lain untuk mengakhiri persaingan bisnis yang kian ketat di tengah cepatnya pertumbuhan pangsa pasar bisnis transportasi daring. mebgutip Wall Street Journal, kesepakatan bisnis ini dikabarkan akan rampung pekan depan.
Atas kesepakatan tersebut, Uber akan mendapatkan sekitar 30 persen saham di Grab. Struktur serupa juga sempat diimplementasikan saat Uber menjual operasionalnya di China pada 2016 ke tangan Didi Chuxing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, CEO Uber Dara Khosrowshahi hingga kini terus berupaya memperbaiki performa keuangan perusahaan jelang penawaran saham perdana (IPO) yang dikabarkan digelar tahun depan. Khosrowshahi sempat membantah kabar keluar dari pasar Asia Tenggara demi mendongkrak keuntungan perusahaan.
Seperti diberitakan, Grab dan Uber mendapat pasokan dana besar dari Softbank. SoftBank bahkan menjadi investor terbesar Uber sejak Januari lalu. Selain itu, SoftBank juga menanamkan investasi di perusahaan serupa untuk Didi di China dan Ola di India. (evn)