Uber Nyaris Sepakat Jual Bisnis di Asia Tenggara ke Grab
Kustin Ayuwuragil | CNN Indonesia
Minggu, 11 Mar 2018 16:31 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai rencana Uber untuk hengkang dari persaingan bisnis di Asia Tenggara kembali mencuat. Kali ini, Uber dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menual mayoritas bisnisnya itu ke tangan Grab.
Langkah ini tak lain untuk mengakhiri persaingan bisnis yang kian ketat di tengah cepatnya pertumbuhan pangsa pasar bisnis transportasi daring. mebgutip Wall Street Journal, kesepakatan bisnis ini dikabarkan akan rampung pekan depan.
Atas kesepakatan tersebut, Uber akan mendapatkan sekitar 30 persen saham di Grab. Struktur serupa juga sempat diimplementasikan saat Uber menjual operasionalnya di China pada 2016 ke tangan Didi Chuxing.
Bagi pendiri dan CEO Grab Anthonny Tan, kesepakatan ini mengakhiri ketatnya persaingan bisnis di Asia Tenggara yang sangat kompetitif. Kedua perusahaan secara intens berupaya melakukan ekspansi ke berbagai kota di Asia.
Di sisi lain, CEO Uber Dara Khosrowshahi hingga kini terus berupaya memperbaiki performa keuangan perusahaan jelang penawaran saham perdana (IPO) yang dikabarkan digelar tahun depan. Khosrowshahi sempat membantah kabar keluar dari pasar Asia Tenggara demi mendongkrak keuntungan perusahaan.
CNNIndonesia.com berupaya meminta keterangan dari pihak Grab dan Uber Indonesia. Namun, kedua pihak bungkam dan mengaku enggan mengomentari spekulasi yang beredar.
Seperti diberitakan, Grab dan Uber mendapat pasokan dana besar dari Softbank. SoftBank bahkan menjadi investor terbesar Uber sejak Januari lalu. Selain itu, SoftBank juga menanamkan investasi di perusahaan serupa untuk Didi di China dan Ola di India. (evn)
Langkah ini tak lain untuk mengakhiri persaingan bisnis yang kian ketat di tengah cepatnya pertumbuhan pangsa pasar bisnis transportasi daring. mebgutip Wall Street Journal, kesepakatan bisnis ini dikabarkan akan rampung pekan depan.
Atas kesepakatan tersebut, Uber akan mendapatkan sekitar 30 persen saham di Grab. Struktur serupa juga sempat diimplementasikan saat Uber menjual operasionalnya di China pada 2016 ke tangan Didi Chuxing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, CEO Uber Dara Khosrowshahi hingga kini terus berupaya memperbaiki performa keuangan perusahaan jelang penawaran saham perdana (IPO) yang dikabarkan digelar tahun depan. Khosrowshahi sempat membantah kabar keluar dari pasar Asia Tenggara demi mendongkrak keuntungan perusahaan.
Seperti diberitakan, Grab dan Uber mendapat pasokan dana besar dari Softbank. SoftBank bahkan menjadi investor terbesar Uber sejak Januari lalu. Selain itu, SoftBank juga menanamkan investasi di perusahaan serupa untuk Didi di China dan Ola di India. (evn)