Layanan ini memungkinkan profesional di bidang kesehatan memesankan pasien mereka tumpangan. Lebih dari 100 organisasi perawatan kesehatan AS termasuk rumah sakit, klinik, pusat rehabilitasi, fasilitas perawatan manula, pusat perawatan di rumah, dan pusat terapi fisik diklaim telah menggunakan layanan baru tersebut sebagai bagian dari program percobaan.
"Setiap tahun, 3,6 juta orang Amerika melewatkan janji dengan dokter karena kurangnya transportasi yang dapat diandalkan. Hambatan ini paling besar untuk populasi rentan, termasuk pasien dengan beban penyakit kronis yang paling tinggi," kata General Manager Uber Health, Chris Weber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kendaraan dapat dijadwalkan dan dikelola pada saat bersamaan, semuanya dari satu dasbor tunggal."
"Bagi banyak orang, perjalanan Uber pertama mereka akan melalui Uber Health, jadi kami berkomitmen untuk menyediakan alat edukasi yang diperlukan yang memastikan setiap pasien merasa aman dan nyaman selama perjalanan mereka," terang Uber.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenaik kehadiran layanan tersebut di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu penting Uber di Asia Tenggara. (age)