Di India, Uber bersaing ketat dengan Ola. Ola sendiri adalah adalah layanan ride sharing serupa Uber. Tapi, di India Uber hanya tersedia di tiga puluh kota sementara Ola beroperasi di 110 kota.
Selain aplikasi daring milik Pranay Jivrajka ini memiliki pilihan kendaraan yang beragam, dari Auto(bajai khas India), mobil jenis SUV, sampai motor hemat energi bertenaga listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ola sendiri mendapat pasokan investasi dari SoftBank. Investor asal Jepang ini dikenal memiliki investasi di banyak layuanan ride sharing. Softbank memiliki saham di Grab, Didi Chuxing di China, dan baru saja berhasil menanam modal juga di Uber. Softbank juga yang disebut-sebut jadi pendorong Uber untuk menyatukan bisnisnya dengan Grab.
"Australia merupakan pasar yang potensial," ucap CEO Ola Bhavish Aggarwal kepada CNN.
Pada tahun 2017 Uber memiliki valuasi sebesar US$ 70 Miliar, meningkat jauh sejak pertamakali didirikan pada tahun 2009 dengan modal US$ 10 Miliar. Investasi SoftBank baru-baru ini menguasai 15 persen saham Uber. (eks/btg)