Sebanyak 67 persen pembaca menginginkan agar pemerintah meminta tanggung jawab kepada Facebook. Sementara 26 persen pembaca meminta agar pemerintah menutup akses Facebook. Sementara tujuh persen sisanya menyarankan agar pemerintah cukup memberikan teguran kepada Facebook.
Jajak pendapat ini diikuti oleh 425 responden dengan rentang waktu jajak pendapat selama empat jam di lewat akun Twitter resmi CNNIndonesia.com pada Jumat petang (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penjaringan opini tersebut, sebagian pembaca berkomentar bahwa mereka menganggap data pribadi mereka di media sosial itu tak terlalu penting, sehingga berita itu tak terlalu berpengaruh.
[Gambas:Facebook]
Sementara akun Hendri Wijaya mengeluhkan bahwa data pribadi banyak orang sebenarnya sudah sering disalahgunakan, tapi tak ada yang ribut.
"Duh no(mor) hp kita beredar kemana mana, bisa digunakan bank yang tak pernah urusan sebelumnya untuk offer kartu kredit, asuransi, dll. Coba dari mana mereka tahu? Gak ada yg ribut, gak ada komplain," tulisnya.
"Tutup aja...Terus bikin FB lokal asli Indonesia."
Kontroversi Facebook di Indonesia terus bergulir. Kementerian Komunikasi dan Informatika dan DPR mengancam akan menutup akses Facebook di Indonesia. Kemenkominfo juga akan mengusut hal tersebut dengan pihak kepolisian. (eks)