Kabar Uber mengundurkan diri dari Asia Tenggara sudah terendus cukup lama dan pada akhirnya terbukti benar setelah mereka menjual bisnisnya ke Grab. Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan ada cerita sebelum kesepakatan dengan Uber terjadi.
"Pada saat Uber mempertimbangkan bisnisnya di Asia Tenggara, Uber juga mempertimbangkan kompetitor lain, tapi pilihan jatuh pada Grab," kata Ridzki usai menggelar jumpa pers di kantornya di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alibaba Dikabarkan Akan Tanam Modal ke Grab |
"Secara tidak langsung pengakuan juga bahwa Grab adalah satu-satunya perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang sanggup baik secara akses, teknologi, sumber daya manusia, dan R&D memberi layanan terbaik bagi pelanggan Uber saat ini," imbuhnya.
Lihat juga:Uber Resmi Serahkan Bisnis ke Grab |
Selepas kepergian Uber dari pasar Asia Tenggara, otomatis pesaing utama Grab menyisakan Gojek.
Namun, kabar lain menyebut bahwa penggabungan Grab dan Uber ini didorong oleh investor kedua layanan ride sharing tersebut, Softbank.
Sebelumnya, Uber juga menjual bisnis ride-sharing miliknya di China kepada Didi Chuxing. Lagi-lagi, Softbank adalah salah satu investor utama Didi. (eks)