Studi Sebut Ribuan Aplikasi Android Lacak Aktivitas Anak-anak

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 15:22 WIB
Studi Sebut Ribuan Aplikasi Android Lacak Aktivitas Anak-anak Ilustrasi pengguna ponsel anak-anak (Rohappy/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Riset menyebut bahwa 3.300 aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang dirancang untuk anak-anak diperkirakan telah mengumpulkan data dengan cara-cara yang bisa melanggar undang-undang privasi di Amerika Serikat (AS).

Sebab peraturan COPPA, yaitu perlindungan privasi anak-anak saat berdaring (online) di negara itu, membatasi pengumpulan data untuk anak dibawah usia 13 tahun.

Pelanggaran ini, semisal mengumpulkan data kontak anakanak ini atau mengumpulkan data lokasi mereka tanpa seizin orang tua.


Sekitar 1.100 aplikasi yang diteliti ternyata memberikan pengenal tetap yang bisa digunakan untuk iklan bertarget berdasarkan kebiasaan pengguna. Pada aturan Coppa, teknik ini dilarang diterapkan kepada anak-anak.

Selain itu, 2.281 aplikasi lainnya mentransmisikan identitas pengguna yang semestinya digunakan untuk iklan di Android. Padahal dalam peraturan layanan Google, identitas ini hanya diperbolehkan sebagai bagian tersendiri untuk melacak iklan, seperti disebut Ubergizmo

Selain itu, ditemukan juga bahwa 256 aplikasi mengumpulkan data geolokasi, 107 membagikan alamat email pemilik, dan 10 lainnya membagikan nomor ponsel mereka, demikian disebutkan Gizmodo

Beberapa pelanggaran seperti dikemukakan pada riset ini masih disangsikan dan masih mungkin untuk diperdebatkan. (evn)