Ramai Hoaks Soal WhatsApp Palsu Versi Gold dan Plus

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 16:40 WIB
Ramai Hoaks Soal WhatsApp Palsu Versi Gold dan Plus Aplikasi WhatsApp palsu versi gold dan plus beredar. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan terbaru menyebutkan adanya aplikasi WhatsApp palsu. Aplikasi ini menyebar dengan nama WhatsApp Gold atau WhatsApp Plus.

WhatsApp Gold ini memiliki logo serupa WhatsApp, namun dengan pinggiran berwarna emas dan bagian tengah berwarna hitam. Sementara WhatsApp Plus juga masih menggunakan logo WhatsApp dengan pinggiran bingkai emas dengan menampilkan tautan dibagian tengah.

Saat pengguna mengklik setuju dan lanjutkan, aplikasi justru menunjukkan notifikasi sudah kadaluarsa dan pengguna diminta mengunduh versi baru. Saat klik unduh, pengguna malah dibawa ke situs berbahasa Arab. Pengguna lantas diminta untuk mengunduh Watts Plus Plus WhatsApp.


Jika diinstal, pengguna akan dimintai nomor telepon. Aplikasi pun berhasil dijalankan. Namun, dari hasil telisik Malwarebytes, aplikasi ini hanya mengopi kode sumber milik WhatsApp. 

Jika digunakan, aplikasi ini diduga mengoleksi data nomor ponsel pengguna, nama, dan berbagai media yang dikirim lewat WhatsApp palsu ini. Data-data ini bisa saja disalahgunakan.

Tak ada di toko aplikasi

Aplikasi ini tidak tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store. Melainkan disebarkan melalui pesan berantai. Aplikasi ini juga menyebar dari komentar di blog dan forum online.

Untuk memancing pengguna agar mengunduh aplikasi berbahaya ini, penyebar pesan sengaja memberi iming-iming bahwa aplikasi baru sebelumnya telah digunakan oleh artis-artis ternama.

Penerima pesan juga diiming-imingi bahwa aplikasi versi eksklusif WhatsApp Gold bisa mengirim ratusan foto dalam sekali kirim, emoji baru, video call, peningkatan keamanan.

WhatsApp Plus juga menjanjikan pengguna untuk bisa menyembunyikan notifikasi "typing messege", tanda centang ganda, dan centang warna biru pada pesan yang sudah dibaca.

Semua iming-iming ini tentu saja bohong belaka. Aplikasi WhatsApp palsu sebenarnya sudah sempat ramai sejak 2016 lalu. Namun pesan tipu-tipu lewat internet yang dikenal dengan sebutan scam ini ternyata masih terus hidup.

Langkah pengamanan

Lantas bagaimana jika sudah telanjur menginstal aplikasi ini? WhatsApp menyarankan untuk segera menghapus aplikasi tersebut. Pengguna juga disarankan untuk menunggu 24 jam sebelum menggunakan aplikasi WhatsApp asli yang tersedia di toko aplikasi resmi, demikian dikutip The Independent

Untuk menghindari penipuan semacam ini, bagi pengguna Android jangan pernah tertarik untuk mengunduh aplikasi atau jika diberi file berakhiran [.apk] dari pesan berantai atau dari internet. Selalu unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi.

Namun, Anda juga perlu hati-hati saat mengunduh dari toko aplikasi resmi, pastikan pembuat aplikasi itu adalah nama pengembang yang benar. Sebagai contoh, aplikasi WhatsApp yang asli dibuat oleh pengembang bernama WhatsApp Inc.

Anda bisa mengecek ulang di internet siapa nama pengembang aplikasi yang asli jika Anda ragu untuk mengunduh suatu aplikasi.

WhatsApp saat ini tercatat memiliki 315 juta pengguna aktif harian berdasarkan data pada pertengahan 2017. Maka tak heran jika banyak orang yang mengatasnamakan aplikasi ini untuk menipu para pengguna internet. (eks/eks)