Microsoft Translator Sematkan Teknologi Kecerdasan Buatan

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 03:27 WIB
Microsoft Translator Sematkan Teknologi Kecerdasan Buatan Microsoft memperbaharui aplikasi penerjemah dengan menyematkan teknologi Artificial Intelligence. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat bepergian ke luar negeri, orang seringkali membutuhkan aplikasi penerjemah bahasa. Namun, rata-rata aplikasi tersebut membutuhkan koneksi internet yang seringkali sulit dicari ketika orang bepergian ke luar negeri.

Tak hanya itu, aplikasi yang tidak terhubung internet biasanya tidak banyak membantu. Sebab tidak didukung oleh mesin komputasi atau tidak memiliki algoritma yang canggih yang terhubung pada awan.

Kendati demikian, aplikasi Microsoft Translator baik di iOS Android maupun Amazon Fire saat ini membawa kecerdasan buatan untuk memperkuat kemampuan pengalihan bahasa.


Menariknya adalah bahwa aplikasi tersebut bisa digunakan tanpa terhubung dengan internet.
Dilansir dari Tech Crunch, Microsoft mengatakan bahwa aplikasi tersebut secara perlahan membaik dan lebih mirip dengan cara manusia menerjemahkan bahasa. Hal tersebut terjadi karena sistem yang dibuat

Bahasa yang dapat diterjemahkan termasuk Arab, China, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Portugis, Rusia, Spanyol dan Thailand. Namun, Microsoft mengungkapkan segera menambahkan bahasa lain.

Microsoft pertama kali mengujicoba penerjemahan neural pada ponsel dengan perangkat Huawei Mate 10 dan Honor 10 tahun lalu. Kedua ponsel itu disemati AI khusus.
Namun, berkat proses engineering yang cermat, timnya dapat menjalankan sistem tersebut di ponsel tanpa perangkat keras AI khusus.

Sayangnya, Microsoft menjelaskan bahwa platform aplikasi offlinenya masih agak terbatas dibandingkan dengan pusat data.

Jika pengguna sedang offline, kemungkinan mereka hanya akan melihat beberapa terjemahan yang kurang tepat dibandingkan ketika sedang online.
Tetapi, Microsoft menjanjikan bahwa perbedaan kualitas antara terjemahan online dan offline hampir tidak terlihat.

"Perbedaan antara terjemahan AI saraf dan kualitas terjemahan sebelumnya dengan model lama kami sangat besar," papar Microsoft kepada TechCrunch.

Melalui pembaruan ini, Microsoft juga membuat kemampuan offline tersedia bagi pengembang aplikasi lain di Android yang ingin menggunakannya di aplikasi mereka meski tidak gratis.

Microsoft mengatakan bahwa pengguna bisa mulai mengunduh aplikasi tersebut mulai pekan ini. Pengguna Google Play dan App Store perlu mengunduh versi 3.2 untuk menjajal penerjemah ini. (age/age)