UJI PRODUK
Asus ZenFone Max Plus M1 Prosesor Minimal, Baterai Maksimal
Agnes Savithri | CNN Indonesia
Selasa, 24 Apr 2018 16:35 WIB
Urusan dapur pacu, ponsel ini akan dibenamkan chipset octa-core 1,5 Ghz Mediatek 6750T. Meski menggunakan Mediatek, namun Benjamin Yeh, Regional Director Asus South East Asia optimis chipset ini tak mengurangi pengalaman pengguna.
Menurutnya hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa kinerja chipset tak mengecewakan dan bisa diterima pasar.
Meski demikian, chipset ini memang tak seberapa memuaskan jika digunakan untuk gaming. Ponsel dengan Asus ZenUi 4.0 ini beberapa kali mengalami tutup paksa, terutama untuk game yang perlu grafis berat seperti Need for Speed No Limits.
Sementara untuk game casual seperti Foodtopia dan Subway Surf, ponsel dengan RAM 4GB dan ROM 64GB ini tak mengalami kendala berarti. Ponsel pun tak cepat panas.
Penggunaan lain secara simultan untuk Instagram, Whatsapp dan Youtube tidak membuat ponsel menjadi panas.
Sebab sudah menggunakan sistem operasi Android Nougat, ponsel ini sudah mendukung multitasking. Sehingga dalam satu layar, pengguna bisa membuka dua aplikasi berbeda. Memang aplikasi yang bisa dibuka bersamaan masih terbatas.
Namun, pekerjaan seperti mengetik di note dan membuka browser bisa dilakukan dan cukup membantu. Dengan baterai 'Max' sebesar 4.130 mAh, penggunaan normal tidak memakan banyak baterai. Ketika dicoba, pada pukul 09.00 WIB, indikator baterai menunjukkan 100 persen.
Ponsel lantas digunakan untuk membuka media sosial, chatting, email, browser, dan sesekali game. Pada pukul 20.00 WIB baterai masih tersisa sekitar 63 persen. Ketika digunakan, layar memang disetel dengan tingkat cahaya sedang.
Hari berikutnya, pukul 09.00 WIB ponsel didiamkan dalam kondisi standby 100 persen. Malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi baterai masih berada di kisaran 95 persen.
Sementara pengisian baterai pun tak membutuhkan waktu lama, ponsel bertambah sekitar 1 persen setelah 3 menit diisi daya. Ponsel ini pun memiliki fitur reverse charging, sehingga baterai ponsel yang besar ini bisa digunakan sebagai powerbank untuk ponsel lainnya.
Menurutnya hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa kinerja chipset tak mengecewakan dan bisa diterima pasar.
Meski demikian, chipset ini memang tak seberapa memuaskan jika digunakan untuk gaming. Ponsel dengan Asus ZenUi 4.0 ini beberapa kali mengalami tutup paksa, terutama untuk game yang perlu grafis berat seperti Need for Speed No Limits.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma |
Penggunaan lain secara simultan untuk Instagram, Whatsapp dan Youtube tidak membuat ponsel menjadi panas.
Sebab sudah menggunakan sistem operasi Android Nougat, ponsel ini sudah mendukung multitasking. Sehingga dalam satu layar, pengguna bisa membuka dua aplikasi berbeda. Memang aplikasi yang bisa dibuka bersamaan masih terbatas.
Bagian atas ponsel dilengkapi dengan jack 3,5 mm (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Ponsel lantas digunakan untuk membuka media sosial, chatting, email, browser, dan sesekali game. Pada pukul 20.00 WIB baterai masih tersisa sekitar 63 persen. Ketika digunakan, layar memang disetel dengan tingkat cahaya sedang.
Hari berikutnya, pukul 09.00 WIB ponsel didiamkan dalam kondisi standby 100 persen. Malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi baterai masih berada di kisaran 95 persen.
Sementara pengisian baterai pun tak membutuhkan waktu lama, ponsel bertambah sekitar 1 persen setelah 3 menit diisi daya. Ponsel ini pun memiliki fitur reverse charging, sehingga baterai ponsel yang besar ini bisa digunakan sebagai powerbank untuk ponsel lainnya.
Kamera dan Kesimpulan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Bagian atas ponsel dilengkapi dengan jack 3,5 mm (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)