Perlu diketahui, Asus dan Infinix sama-sama memproduksi ponsel mereka di PT Sat Nusapersada untuk didistribusikan di Indonesia. Keduanya juga memiliki kerjasama dengan Lazada untuk penjualan produknya.
"Ya mungkin karena dia [Infinix] punya beberapa distributor. Mungkin salah satunya nggak ngambil ke Sat Nusa-nya, mungkin karena kapasitasnya belum banyak atau apa, jadi dia ngambil impor langsung," terang Firman saat berbincang dengan awak media pada Senin (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin si distributor ini nggak dapet alokasi atau gimana. Atau dia nggak dapet fokus dari produsennya makanya dia nggak dapat stok barang," tambah Firman.
Padahal, ponsel yang diimpor dari luar belum tentu memenuhi standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Harusnya, menururt Firman, vendor memberikan slot dan kepastian pada distributor sehingga hal tersebut tidak terjadi.
Infinix Zero 5 'Made in China' hanya memenuhi presentase TKDN 3G, namun dipasarkan sudah mendukung teknologi 4G LTE.
Oleh karena itu, Infinix juga diminta untuk menarik seluruh perangkat tipe tersebut dari pasaran dan yang sudah sampai ke tangan pengguna. Lebih lanjut, Inifinix juga diminta melaporkan hasil penarikan kepada Kominfo.
Kendati demikian, Infinix Zero 5 yang dibuat di Indonesia masih memiliki izin untuk beredar. Sebab, dia memiliki izin edar dengan nomor berbeda dan sudah dinyatakan lulus TKDN. (eks)