Kasus Infinix Diduga Lantaran Distributor 'Tak Sabaran'

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 18:07 WIB
Kasus Infinix Diduga Lantaran Distributor 'Tak Sabaran' Infinix (NN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Muhammad Firman, Head of PR Asus Indonesia mengomentari nasib nahas yang dialami Infinix Mobility yang harus menarik Zero 5 berlabel 'Made in China'. Menurut Firman, kejadian yang dialami Infinix bisa jadi karena ulah distributor yang kurang sabar.

Perlu diketahui, Asus dan Infinix sama-sama memproduksi ponsel mereka di PT Sat Nusapersada untuk didistribusikan di Indonesia. Keduanya juga memiliki kerjasama dengan Lazada untuk penjualan produknya.

"Ya mungkin karena dia [Infinix] punya beberapa distributor. Mungkin salah satunya nggak ngambil ke Sat Nusa-nya, mungkin karena kapasitasnya belum banyak atau apa, jadi dia ngambil impor langsung," terang Firman saat berbincang dengan awak media pada Senin (16/4).


Menurut Firman, alokasi dan kapasitas produksi unit ponsel memang kadangkala terbatas. Jika distributor tidak mendapat prioritas dari pabrik, tak menutup kemungkinan mereka mengimpor apalagi jika permintaan pasar besar.

"Mungkin si distributor ini nggak dapet alokasi atau gimana. Atau dia nggak dapet fokus dari produsennya makanya dia nggak dapat stok barang," tambah Firman.

Padahal, ponsel yang diimpor dari luar belum tentu memenuhi standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Harusnya, menururt Firman, vendor memberikan slot dan kepastian pada distributor sehingga hal tersebut tidak terjadi.


"Kalau distributor kita ada tiga yaitu Erajaya, Metrojaya dan Datascript. Mereka sudah kita plot dapat berapa unit dan tanggal berapa," sambung Firman.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memutuskan untuk mencabut sertifikat izin edar Infinix X603 atau dikenal dengan Zero 5 di Indonesia. Keputusan ini diambil atas laporan masyarakat yang menganggap perangkat tersebut tak memenuhi aturan TKDN 4G.

Infinix Zero 5 'Made in China' hanya memenuhi presentase TKDN 3G, namun dipasarkan sudah mendukung teknologi 4G LTE.

Oleh karena itu, Infinix juga diminta untuk menarik seluruh perangkat tipe tersebut dari pasaran dan yang sudah sampai ke tangan pengguna. Lebih lanjut, Inifinix juga diminta melaporkan hasil penarikan kepada Kominfo.


Kendati demikian, Infinix Zero 5 yang dibuat di Indonesia masih memiliki izin untuk beredar. Sebab, dia memiliki izin edar dengan nomor berbeda dan sudah dinyatakan lulus TKDN. (eks/eks)