Raksasa elektronik Korea Selatan ini pada Rabu (25/4) melaporkan perlambatan permintaan dialami duo ponsel terbarunya yakni Galaxy S9 dan S9 Plus. Meski dari sisi pendapat terjadi lonjakan mencapai 20 persen.
Samsung Electronics juga mengatakan laba bisnis mereka mencapai 15,6 triliun won pada kuartal pertama, naik 58 persen dari tahun lalu dan sejalan perkiraan perusahaan sebesar 15,6 triliun won. Ekspektasi perusahaan juga tepat dalam perkiraan pendapatan yang melonjak 19,8 persen menjadi 60,6 triliun won.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Samsung mengatakan bisnis mobile-nya membukukan 3,8 triliun won dalam laba kuartalan, naik 82 persen dari tahun lalu. Padahal ponsel andalannya, Galaxy S9 sampai di pasar pada pertengahan Maret.
Namun, harga penjualan rata-rata tumbuh 21 persen dari tahun ke tahun di kuartal tersebut. Hal ini menyebabkan peningkatan 18 persen dalam pendapatan bisnis ponsel global menjadi US$129,8 miliar.
Sewon Chun, wakil presiden senior di bisnis memori Samsung, juga memprediksi bisnis cip akan lebih kuat. Tren ke cip "high-density" dengan kekuatan pemrosesan lebih banyak dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan mendukung permintaan DRAM mobile dan chip NAND Samsung tahun ini. (evn)