Pemerintah Taiwan Tangguhkan Pengiriman Komponen untuk ZTE

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Minggu, 29/04/2018 09:08 WIB
Pemerintah Taiwan Tangguhkan Pengiriman Komponen untuk ZTE Pemerintah Taiwan memerintahkan kepada seluruh perusahaan yang menjual komponen kepada ZTE untuk menangguhkan pengiriman mereka. (Foto: Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Taiwan memerintahkan kepada seluruh perusahaan yang menjual komponen kepada ZTE untuk menangguhkan pengiriman mereka. Penangguhan ini dilakukan hingga perusahaan mendapatkan izin pengiriman.

Penangguhan ini muncul seminggu setelah Amerika Serikat melarang perusahaan di negara tersebut menjual komponen ke ZTE selama tujuh tahun.

Larangan tersebut muncul setelah China gagal mematuhi kesepakatan dengan Amerika Serikat dan tertangkap mengirim barang secara ilegal ke Iran.
Dikutip dari Reuters, CEO MediaTek Inc mengatakan hasil konferensi perusahaannya memutuskan untuk menghentikan bisnis dengan ZTE hingga pemberitahuan dari pemerintah.


Wakil Direktur Jenderal dan Juru Bicara Biro Perdagangan Luar Negeri Taiwan David Hsu mengkonfirmasi pemberitahuan kepada Nikkei yakni pemerintah tidak benar-benar melarang perusahaan Taiwan melakukan bisnis dengan ZTE.

"Apa yang kami lakukan (meminta pemasok untuk mengajukan permohonan izin ekspor) adalah untuk kebaikan perusahaan itu sendiri, untuk memastikan mereka melakukan bisnis legal dengan perusahaan China," kata Nikkei mengutip pernyataan Hsu.

Dikutip dari Reuters, MediaTek belum menanggapi komentar lebih lanjut.
ZTE, gusar menghadapi larangan tujuh tahun tanpa suplai komponen dari Amerika Serikat. ZTE meyakini sanksi yang mereka terima adalah bagian dari perang dagang yang terjadi antara Washington dan Beijing.

ZTE menggelar konferensi bersama perusahaan pemasok besar AS pada Rabu, (25/4). Sumber dari Reuters menjelaskan bahwa naif sekali apabila tak ada hubungan antara perang tarif yang sedang terjadi dengan sanksi tersebut.

"Ini pembaharuan faktual atas apa yang terjadi dan yang mereka lakukan sejak keptusan itu berlaku, serta apa yang mereka lakukan untuk meredakan situasi," ujar juru bicara asosiasi industri semikonduktor AS seperti dikutip dari Reuters.

ZTE wajar kalang kabut karena mereka cukup bergantung pada komponen dari AS, misalnya Qualcomm.
(age/age)