Kuartal pertama 2018, Apple berhasil memenuhi prediksi Wall Street. Dikutip dari Reuters, prediksi Wall Street memang lebih rendah dari biasanya. Pasalnya, muncul kekhawatiran permintaan iPhone yang turun pasca meluncurnya iPhone X dengan harga selangit.
Namun, Apple tetap optimis pendapatan kuartal ini akan membaik, berbanding terbalik dengan prediksi rata-rata analis. Optimistis ini mendorong naik harga saham Apple sebanyak 3,6 persen ke level US$175,25/saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mengembalikan uang kepada investor seperti yang telah kami janjikan," kata Chief Financial Officer Apple Luca Maestri kepada Reuters.
Lihat juga:Tips Memaksimalkan Fitur Kamera iPhone |
Peningkata tersebut menunjukkan iPhone X yang dijual dengan harga mulai US$999 telah membantu meningkatkan harga rata-rata iPhone.
Sebelumnya, analis khawatir harga tinggi itu mematikan permintaan iPhone X. Namun, CEO Apple Tim Cook mengatakan ponsel merupakan model paling populer pada Maret lalu.
Di sisi lain, bisnis layanan Apple seperti Apple Music, App Store, dan iCloud membukukan pendapatan US$9,1 miliar dibandingkan dengan ekspektasi sebesar US$8,3 miliar.
Investor berharap pertumbuhan pada segmen itu dapat membantu mengimbangi pasar smartphone global yang menurun.
Keuntungan Apple lebih tinggi yakni sebesar US$2,73 per saham jika dibandingkan ekspektasi US$2,68 per saham pada Senin. Harga sahamnya juga naik dari US$2,10 tahun lalu.
Apple memang sudah lebih fokus dengan besarnya basis pengguna, termasuk pengguna iPhone. Perusahaan tak lagi terlalu berfokus pada pembelian perangkat baru, yang artinya kini Apple fokus pada monetisasi pengguna ketimbang penjualan peranti keras anyar. (age)