Riset Sebut Pengguna Facebook Kian Loyal Pasca Skandal

Eka Santhika & Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 10:23 WIB
Riset Sebut Pengguna Facebook Kian Loyal Pasca Skandal Pengguna Facebook tak terpengaruh kasus skandal pencurian 87 juta pengguna. (Foto: CNN Indonesia// Herman Setiyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Data terbaru menunjukkan waktu yang dihabiskan pengguna Facebook justru bertambah usai skandal Cambridge Analytica menyeruak ke publik. Kampanye #DeleteFacebook disebut tak mempan menggoyah daya tarik jejaring sosial tersebut.

Data yang dikumpulkan Goldman Sachs dari ComScore menunjukkan pengguna unik Facebook di Amerika Serikat naik 7 persen menjadi 188,6 juta pada April.

Kenaikan serupa juga nampak pada durasi yang dihabiskan pengguna di Facebook. Data ini cukup mengejutkan karena pengguna asal AS kena imbas paling parah akibat kebocoran data yang terjadi dalam skandal Cambridge Analytica.


Dari total 87 juta pengguna yang datanya bocor, sekitar 81 persen di antaranya milik pengguna AS. Sisanya seperti pengguna asal Filipina, Indonesia, dan lainnya mengekor dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.

Temuan lainnya adalah pemutihan 583 juta akun palsu beberapa waktu lalu ternyata hampir tak berpengaruh pada jangkauan audiens. 

Padahal dalam penelitian lain seperti dari survei Institute Ponemon pada medio April kemarin menunjukkan tingkat kepercayaan pengguna Facebook turun tajam setelah kebocoran data terkuak.

Bahkan sekitar 9 persen dari total responden juga mengaku segera berhenti memakai layanan Facebook setelah mendengar kasus tersebut.

Fakta ini sedikit banyak bisa membantu CEO Mark Zuckerberg dalam menghadapi petinggi parlemen Uni Eropa. Sama seperti di hadapan Kongres AS beberapa waktu lalu, Zuckerberg diminta menjelaskan duduk perkara skandal kebocoran data.
Tren penurunan kunjungan

Meski demikian, dari penelusuran CNNIndonesia.com di SimiliarWeb menunjukkan adanya tren berkurangnya kunjungan ke laman Facebook pada periode Februari hingga April 2018. 

Tren yang dicatat situs pelacak lalu lintas internet ini berdasarkan lalu lintas dunia. Tren serupa juga terjadi di lima negara pengguna Facebook teratas di situs itu, yakni Amerika Serikat, Brazil, Inggris, Perancis, dan Vietnam.

Begitupula dengan pengguna Indonesia yang ikutan mengurangi kunjungannya ke Facebook pasca skandal tersebut.

Meski SimiliarWeb menunjukkan kunjungan berkurang, namun hal berbeda dicatat Alexa. Situs pencatat lalu lintas internet lainnya ini menunjukkan data serupa dengan hasil penelitian ComScore.

Alexa menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan pengguna di media sosial itu naik 1 persen, laman yang dibuka naik 2,9 persen. Namun, Alexa tidak membeberkan informasi tren lalu lintas situs tersebut. (evn)