Hal ini ditunjukkan dari hasil jajak pendapat pembaca CNNIndonesia.com di Twitter. Sebagian besar responden menyebut bahwa mereka mengurangi waktu menggunakan Facebook setelah skandal penyalahgunaan data terungkap.
Hal ini diungkap oleh 51 persen responden menyatakan telah mengurangi aktivitas Facebook mereka setelah skandal penyalahgunaan data terungkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Dianggap Monopoli, Facebook Kembali Diprotes |
Tren serupa juga nampak dari pelacakan SimilarWeb menunjukkan bahwa adanya penurunan lalu lintas ke laman Facebook di Indonesia turun sebanyak 5,04 persen.
Lebih jauh, SimiliarWeb juga mencatat adanya penurunan lalu lintas di lima negara pengguna terbesar Facebook, Amerika Serikat (4,05 persen), Brazil (5,93 pesen), Inggris (5,09 persen), Perancis (3,89 persen), dan Vietnam (3,12 persen).
Sebelumnya, data yang dikumpulkan Goldman Sachs dari ComScore menyebut kalau jumlah pengguna unik Facebook di Amerika Serikat naik pasca skandal penyalahgunaan data.
Kenaikan serupa juga nampak pada durasi yang dihabiskan pengguna di Facebook.
(eks)
Data SimiliarWeb menunjukkan adanya tren penurunan 5,5 persen pengguna Facebook di dunia pada periode Februari-April 2018. (screenshoot via SimiliarWeb) |
Sebelumnya, data yang dikumpulkan Goldman Sachs dari ComScore menyebut kalau jumlah pengguna unik Facebook di Amerika Serikat naik pasca skandal penyalahgunaan data.
Kenaikan serupa juga nampak pada durasi yang dihabiskan pengguna di Facebook.
Data SimiliarWeb menunjukkan adanya tren penurunan 5,5 persen pengguna Facebook di dunia pada periode Februari-April 2018. (screenshoot via SimiliarWeb)