Rental Skuter Ramai Rebutkan Izin di Amerika Serikat

RBC, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 19:52 WIB
Rental Skuter Ramai Rebutkan Izin di Amerika Serikat Foto: uscooters.com
Jakarta, CNN Indonesia -- San Francisco Municipal Transportation Agency (SFMTA) mengungkapkan dua belas perusahaan di salah satu termasuk Uber sedang berlomba-lomba untuk memperebutkan lima izin yang memungkinkan mereka untuk mengoperasikan skuter listrik di jalan-jalan salah satu kota besar di Amerika Serikat (AS) tersebut.

Pada April lalu, pemerintah San Francisco mengeluarkan peraturan yang membatasi penggunaan skuter di kota. Peraturan itu menyebut dalam setahun ke depan, hanya ada lima perusahaan yang akan mendapat izin untuk menggunakan skuter. Jumlah skuter juga dibatasi, yakni 1.250 skuter pada enam bulan pertama. Jika hasilnya terlihat baik, angka tersebut akan naik menjadi 2.500 skuter pada enam bulan kedua.

Skuter telah menjadi isu yang menimbulkan perselisihan di Bay Area. Semua dimulai setelah tiga perusahaan-Bird, Lime, dan Spin-meluncurkan skuter-skuter mereka di San Francisco tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada warga maupun pihak berwajib. Dalam waktu singkat, ratusan skuter memenuhi jalan.



Sejumlah warga menyambut keberadaan skuter dengan baik karena skuter memudahkan mereka untuk bepergian di kota San Francisco yang padat. Namun, ada juga warga lain yang mengeluh karena pengendara skuter tidak mengikuti aturan jalan dan membahayakan pejalan kaki karena mengendarai skuter di trotoar. Selain itu, para pengendara skuter juga dsiebut kerap "memarkir" skuter mereka sesuka hati.

Tidak ada perusahaan yang boleh menggunakan skuter sampai keluarnya izin resmi dari SFMTA. Jika perusahaan tidak menaati hal itu, kesempatan mereka untuk mendapat izin akan semakin kecil. SFMTA memprediksi izin tersebut akan final pada akhir Juni.

"Izin terhadap program baru ini dibuat untuk memprioritaskan keamanan publik, dibuat dengan adil dan fokus pada akuntabilitas," kata juru bicara SFMTA, Paul Rose, seperti dilansir dari CNET.


Rental Skuter Ramai Rebutkan Izin di Amerika Serikat
Jembatan Golden Gate adalah salah satu ikon kota San Francisco, California, Amerika Serikat.(Istockphoto/Mlenny)

Untuk mendapatkan izin, perusahaan harus menunjukkan bahwa mereka akan mendidik para pengguna untuk mengenakan helm dan tidak mengendarai skuter di trotoar, serta memarkirkan skuter dengan aman. Para pengendara skuter juga harus berasuransi dan menyetujui kebijakan privasi untuk melindungi informasi pengendara.

Lebih lanjut, perusahaan harus membagikan data perjalanan dengan pemerintah kota, menyediakan akses untuk lingkungan sekitar, dan menawarkan "plan" untuk para pengendara yang memiliki penghasilan rendah.

Uber, Lyft, Bird, Lime, Spin, Scoot, Razor, Ofo, Ridecell, dan Uscooter mengonfirmasi telah mendaftar untuk mendapat izin. Batas pendaftaran jatuh pada Kamis lalu. Dua perusahaan lainnya-CycleHop dan Skip-menolak utuk memberikan komentar.

Dari 12 perusahaan tersebut, tujuh di antaranya diketahui membuat atau mengoperasikan skuter listrik, yaitu Bird, Lime, Spin, Uscooter, Skip, Ofo, dan Razor. Perusahaan Scoot menyewakan skuter motor yang mirip dengan moped, tetapi CEO Scooter, Michael Keating mengatakan Scoot berencana untuk menambah skuter biasa ke perusahaannya.

Tidak seperti Bird, Lime, dan Spin yang tidak menyediakan helm bagi para pengendaranya, Michael menyebut Scoot berencana untuk menyediakan helm bagi pengendara.


Beberapa perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan izin operasi skuter sebelumnya sudah mengoperasikan program rental sepeda, seperti Ofo, CycleHop, Lime, dan Uber. Lyft juga disebut-sebut akan melakukan program ini melalui akuisisinya dengan Motivate.

Uber mendaftar atas nama perusahaan rental sepeda motornya, Jump. Uber mengatakan berencana untuk menawarkan jasa skuter elektrik sebagai bagian dari tujuan barunya, yakni menjadi platform transportasi yang lengkap.

"Sepeda motor, dan mungkin skuter. Saya ingin mengaktifkan jaringan bus. Saya ingin BART, atau Metro, dan lain-lain terhubung dengan Uber. Apa pun yang dapat mengantar Anda dari titik A ke B," ujar CEO Uber, Dara Khosrowshahi. (eks/kid)