Banyak pihak menyayangkan perubahan nama Gojek tersebut. Pasalnya nama Gojek ini dinilai bisa menjelma sebagai brand internasional. VP Corporate Communication Gojek Michael Say mengatakan keputusan perubahan nama di Thailand dan Vietnam didasarkan dengan pertimbangan pendekatan lokal.
Michael mengaku Gojek berusaha menerapkan strategi pendekatan lokal yang telah sukses melambungkan nama Gojek di Indonesia.
Lihat juga:Gojek Dikabarkan Masuk Vietnam Lewat Go-Viet |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kami bantu di sisi mentoring dan teknologi. Tapi tim local founder punya kebebasan penuh untuk mengeluarkan kebijakan," kata Michael
Go-Viet akan memasuki tahap beta testing di bulan Juli. Kendati demikian, Michael belum mau menyebutkan tanggal pelaksanaan testing tersebut. Dalam waktu yang dekat setelah beta testing Go-Viet, GET juga akan diluncurkan.
Sebelumnya, Gojek berencana memboyong layanan transportasi berbasis aplikasi ke Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Untuk memuluskan bisnisnya, perusahaan yang didirikan Nadiem Makariem itu merogoh kocek Rp7,1 triliun (sekira US$500 juta).
Gojek sebelumnya telah mengantongi pendanaan dari sejumah perusahaan raksasa seperti Astra, Google, Tencent, Meituan, JD.com, dan lainnya. (age)