Tips Startup

Grab Bagi Trik Gali Ide Soal Fitur dan Tampilan Aplikasi

RBC, CNN Indonesia | Sabtu, 07/07/2018 14:53 WIB
Grab Bagi Trik Gali Ide Soal Fitur dan Tampilan Aplikasi Ilustrasi aplikasi Grab (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab seringkali mengubah tampilan antarmuka (user interface/UI) dan fitur aplikasi miliknya. Namun dalam perjalanannya, terdapat serangkaian proses pembelajaran panjang yang ditempuh oleh tim desain produk perusahaan penyedia layanan transportasi online tersebut.

Kepala bagian desain produk untuk Grab Ventures Rudi Lim mengkungkap bagaimana ia dan timnya mengatasi kendala dan mendapat ide untuk menelurkan solusi baru dari penggunanya.

Menurut Rudi, ia dan timnya selalu mempelajari bagaimana pengguna memakai fitur-fitur pada desain sebelumnya sebagai dasar untuk merancang desain baru. Sebagai contoh adalah bagaimana ia merancang desain UI baru Grab yang belum lama ini diluncurkan untuk pengguna Apple iOS.
"Dari UI yang lama, kami melihat fitur-fitur apa yang jarang digunakan oleh pengguna. Ternyata mereka jarang meng-klik fitur untuk memilih perjalanan personal atau bisnis, fitur pemesanan untuk sekarang atau nanti," kata Rudi saat ditemui di kantor Grab di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/7).


Berdasarkan data tersebut, fitur-fitur yang lebih sering diklik mendapatkan ruang yang lebih besar. Sementara fitur-fitur yang jarang dipakai pengguna diberikan tempat yang lebih kecil di layar. Sehingga, ruang kosong yang ada bisa digunakan untuk menempatkan fitur baru.

Untuk mengetes kenyamanan pengguna dengan tampilan UI baru, Rudi mengaku tidak langsung meluncurkan desain tersebut kepada seluruh pengguna. Ia menjelaskan, biasanya akan terlebih dahulu melakukan uji coba kepada pengguna di Indonesia dan Singapura.

"Setidaknya kami melakukan tes di Singapura dan Indonesia. Terkadang juga kami skip Singapura, hanya mencoba di Indonesia saja, karena Indonesia adalah key market kami," ujarnya.

Ia juga bercerita, terkadang timnya perlu menguji coba sebuah desain baru tanpa sempat menyusun user-testing plan (perencanaan untuk melakukan uji coba terhadap pengguna). Jika menghadapi situasi demikian, Rudi dan timnya kerap kali melakukan uji coba darurat.

"Kami menemui petugas resepsionis di kantor kami dan bertanya, apakah ada tamu? Kemudian kami akan menghampiri mereka dan menunjukkan desain baru kami, serta meminta mereka untuk mencobanya," ceritanya.

Rudi menyebut Grab melihat sebuah perilaku unik pada pengguna di Jakarta, yang tidak dilakukan oleh para pengguna di kota maupun negara lain.

"Di Jakarta, pengguna sering membandingkan dua tipe layanan. Mereka melihat Grab Car dulu, kemudian pindah ke Grab Bike, atau sebaliknya. Kami melihat perilaku tersebut sering terjadi," paparnya.

Menurut Rudi, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya kondisi jalanan yang macet atau cuaca hujan.

Setelah mendapat insight dari pengguna terkait fitur dan desain baru yang akan dibuat, Grab juga mengubah metode pengembangan baru. Metode baru ini disebutkan Rudi membuat ekeskusi fitur dan desain baru itu bisa diimplementasikan lebih cepat ke aplikasi. (eks/eks)