Hal ini sempat dilontarkan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Selasa (10/7).
"Saya tidak yakin penggunaan face recognition untuk registrasi (Tik Tok) bisa dilaksanakan dengan baik karena tingkat akurasinya rendah," jelas Widodo Budiharto, Profesor Kecerdasan Buatan, Universitas Bina Nusantara saat dihubungi via telepon, Rabu (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai contoh, pengguna yg berusia 26 tahun, pada beberapa percobaan dideteksi lebih tua (jadi) umur 30 tahunan. Dan pada beberapa percobaan juga dideteksi lebih muda (jadi) 19 tahun," tulisnya ketika dihubungi lewat pesan singkat.
"Bisa saja ia registrasi (Tik Tok) menggunakan wajah orang lain," tuturnya lagi.
Pihak Tik Tok sendiri hingga saat ini masih belum memberi komentar terkait teknologi pengenal wajah yang akan digunakan untuk memenuhi syarat penggunanya yang dibatasi minimal berusia 13 tahun. (eks)