Indonesia, Pasar Penting Bagi Unicorn Asia Tenggara

JNP, CNN Indonesia | Jumat, 20/07/2018 07:15 WIB
Indonesia, Pasar Penting Bagi Unicorn Asia Tenggara Menkominfo Rudiantara (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (MenkominfoRudiantara mengatakan perusahaan ride hailing asal Singapura, Grab, tidak akan bisa menjadi unicorn tanpa adanya kontribusi pasar dari Indonesia. Rudiantara mengatakan Grab tidak akan memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 Miliar tanpa Indonesia.

"Grab kalau tidak ada Indonesia tidak akan jadi unicorn. Singapura kalau tidak ada indonesia tidak jadi unicorn," kata Rudiantara saat ditemui di Gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).

Unicorn sendiri adalah istilah yang kerap digunakan pada industri perusahaan teknologi untuk mendefinisikan perusahaan privat yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Nama unicorn dipilih karena sangat jarang perusahaan startup yang bisa bertahan hingga bisa menghasilkan valuasi sebesar itu.


Rudiantara mengatakan Indonesia memiliki skala ekonomis yang besar untuk memberi dampak pada ekonomi digital. Skala ekonomis yang besar ini memberikakan dampak yang signifkan terhadap ekonomi digital, khusunya untuk pembentukan perusahaan startup unicorn.Tidak hanya Grab, Rudiantara juga menyebutkan SEA yang merupakan pemilik Shopee dan Garena bisa menjadi unicorn karena beroperasi di Indonesia. SEA berkantor pusat di Singapura.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut 143,26 juta orang Indonesia menggunakan internet pada tahun 2017. Jelas jumlah ini merupakan pasar yang sangat menggiurkan bagi perusahaan startu yang bermimpi untuk menjadi unicorn.

Menurut Rudiantara, Singapura memang memiliki ekosistem yang lebih mendukung ekonomi digital daripada Indonesia. Namun Singapura tidak memiliki pasar sebesar Indonesia yang menjadi kunci penting untuk menjadi perusahan unicorn.

"Singapura dari kelengkapan ekosistem memang lebih lengkap tapi mereka tidak punya market atau skala ekonomis sebesar Indonesia. Singapura itu kontributor utama dari unicorn-nya adalah Indonesia," jelas Rudiantara.

Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan empat dari delapan perusahaan unicorn di Asean berasal dari Indonesia. Empat perusahaan unicorn asal Indonesia itu adalah Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.

Saat ini, posisi Grab menjadi pemimpin pasar ride-hailing di Asia Tenggara. Terutama dengan kejadian Uber melepas bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab. Grab mengklaim lebih dari 100 juta unduhan aplikasinya di delapan negara di Asia, termasuk Singapura, Indonesia, Vietnam, Thailand dan banyak lagi. (eks/eks)