Dilansir dari Asean Breaking News, pihak Gojek mengaku sedang mengamati iklim kompetisi di negara tersebut setelah dua perusahaan kompetitornya, Grab dan Uber melakukan merger beberapa bulan yang lalu. Walaupun, mereka belum memiliki tanggal resmi mengaspal di Singapura.
Sebelumnya, keputusan merger antara Grab dan Uber ini sudah sempat ditentang oleh sejumlah pihak. Salah satunya adalah Komisi Anti Persaingan Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia sendiri, Gojek dan Grab memiliki persaingan yang cukup sengit. Berbeda dengan Grab yang sudah beroperasi di sejumlah negara, Gojek baru akan melangkah untuk untuk memperluas bisnisnya ke luar negeri pada tahun ini.
Menurut Nadiem, mereka ingin tahu apakah model jasa Gojek yang sudah berhasil di Indonesia dapat juga diterapkan di pasar dengan kebudayaan yang berbeda, atau hanya dapat diterima di Indonesia saja. (age)