Laporan dari Singapura

Grab Ungkap Langkah Lindungi Data Pelanggan

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 15:50 WIB
Grab Ungkap Langkah Lindungi Data Pelanggan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Singapura, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi yang menyimpan banyak data pribadi pengguna saat ini tengah mendapatkan perhatian khusus dari regulator. Pasalnya, kejadian penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica menjadi pelajaran bagi seluruh perusahaan teknologi.

Tidak sedikit juga perusahaan seperti Twitter dan Instagram yang mengubah dan menyederhanakan Terms of Service aplikasi mereka. Salah satu aplikasi yang juga memiliki banyak data pengguna adalah Grab.

Aplikasi ride-hailing yang terdapat di delapan negara ini memiliki banyak data pengguna terutama rute perjalanan. Ada beberapa langkah yang Grab lakukan untuk melindungi data pelanggan tersebut.
Head of Business Data Platform Grab Ainun Najib mengungkapkan perlindungan data pelanggan menjadi salah satu hal terpenting yang dilakukan oleh Grab.


"Kami sangat serius melindungi data pribadi pelanggan. Kami pun memiliki tindakan real dan mengedukasi para grabbers (karyawan Grab) untuk menjaga data pelanggan," paparnya, Rabu (11/7) di Kantor Grab, Singapura.

Di samping itu, beberapa negara yang memiliki layanan Grab pun sudah memiliki payung hukum untuk perlindungan data pribadi, seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Ainun menjelaskan Grab pun memiliki divisi yang fokus untuk keamanan data pelanggan. Terlebih lagi, tidak semua Grabbers dapat mengakses data tersebut seenaknya.

Hanya jabatan tertentu dengan spesifik kebutuhan yang bisa mengakses data pelanggan.

"Sebelum terjadi kasus Facebook, kami sudah mawas diri terhadap pentingnya data pribadi. Terutama di Singapura karena memiliki regulasi data pribadi," jelasnya. (age)