BMKG: Indonesia Tak Akan Terimbas Gelombang Panas

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 24/07/2018 14:44 WIB
BMKG: Indonesia Tak Akan Terimbas Gelombang Panas Ilustrasi. BMKG menyebut gelombang panas yang terjadi di Jepang tak akan berimbas ke Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gelombang panas yang sedang terjadi di Jepang tak akan berimbas pada suhu di Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Organisasi BMKG Hary Tirto Djatmiko menegaskan, meski saat ini Indonesia memasuki musim kemarau namun kondisi demikian tak akan membawa pengaruh apapun.

"Sejauh ini terkait gelombang panas atau gelombang dingin biasa melanda wilayah atau negara yang mendekati subtropis. Jadi untuk wilayah tropis seperti Indonesia tidak akan terjadi," jelasnya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/7).


Tirto menegaskan musim kemarau di Indonesia sudah terjadi sejak Mei dan telah mengalami puncaknya pada Juni lalu.

"Meskipun saat ini masih musim kemarau, tapi Indonesia aman dari suhu panas eksterm," imbuhnya.

Badan Meteorologi Jepang mencatat peningkatan suhu udara dengan rekor tertinggi mencapai 41,1 derajat celcius di sebuah kota di barat laut Tokyo pada Senin (23/7). Gelombang panas juga dikerkirakan terjadi di sebagian besar Honshu, Shikoku, Kyushu, dan Nagoya yang mencapai 39,5 derajat celcius pada Minggu (22/7) lalu.

Jepang telah dihantam gelombang panas selama hampir dua pekan, tapi suhu memuncak pada Senin, hingga melebihi 40 derajat di satu bagian metropolitan Tokyo. Sementara, di pusat ibu kota temperatur mencapai 39 derajat jelang sore.

Akibat gelombang panas yang terjadi, sekitar 77 orang dan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit. (evn)