Daratan Siberia memiliki proses pelestarian alam yang mampu membekukan sisa-sisa kehidupan dari periode Pleitosen belangsung sekitar 2,6 juta hingga 12 juta tahun lalu.
Dua ekor cacing kuno dibekukan secara alamai di lapisan pemafrost (lapisan yang tetap membeku di bawah tanah). Peneliti berhasil mencairkan dan menghidupkan kembali kedua cacing yang menjadikannya sebagai makhluk hidup tertua di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua sampel ini kemudian disimpan di kulkas laboratorium dengan suhu minus 20 derajat celcius selama beberapa minggu. Setelah dicairkan secara perlahan, makhluk hidup tertua di dunia ini mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
"Data kami menunjukkan kemampuan organisme multiseluler untuk bertahan hidup dalam jangka panjang (puluhan ribu tahun) di bawah kondisi pengawetan alami," ujar peneliti dalam sebuah pertanyaan seperti mengutip Newatlas.
" Jelas bahwa kemampuan nematoda Pleitosen ini memiliki beberapa mekanisme adaptif yang bisa digunakan sebagai penelitian ilmiah dan praktis di bidang cryomedicine, cryobiology, dan astrobilogy."
Kendati demikian penemuan yang luar biasa ini bukan berarti bisa menghidupkan kembali manusia kuno atau hewan besar lainnya. Pasalnya dua nematoda ini adalah makhluk yang sangat sederhana.
Riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal Doklady Biological Sciences.
Pencapaian terbaik yang mungkin terjadi adalah memberikan nafas kepada mamut dari era Pleitosen dengan cara mencampur kloning dan perkawinan silang ala film Jurassic Park. (evn)