Peneliti Hidupkan Kembali Cacing yang Membeku 40 Ribu Tahun

JNP, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 13:42 WIB
Peneliti Hidupkan Kembali Cacing yang Membeku 40 Ribu Tahun Ilustrasi cacing. (Foto: Pixabay/Natfot)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim peneliti asal Rusia bekerja sama dengan Princetown University baru-baru ini menghidupkan kembali makhluk hidup yang telah membeku selama 40 ribu tahun di daratan Siberia.

Daratan Siberia memiliki proses pelestarian alam yang mampu membekukan sisa-sisa kehidupan dari periode Pleitosen belangsung sekitar 2,6 juta hingga 12 juta tahun lalu.

Dua ekor cacing kuno dibekukan secara alamai di lapisan pemafrost (lapisan yang tetap membeku di bawah tanah). Peneliti berhasil mencairkan dan menghidupkan kembali kedua cacing yang menjadikannya sebagai makhluk hidup tertua di dunia.


Para peneliti menemukan dua cacing ini setelah mengumpulkan dan menganalisis lebih dari 300 sampel endapan permafrost. Salah satu sampel cacing ditemukan di  liang tupai kuno di Duvanny Yar, cacing ini berumur sekitar 32 ribu tahun. Sampel kedua ditemukan di lapisan permafrost dekat Sungai Alazeya, cacing kedua ini berumur sekitar 41, 700 tahun.

Kedua sampel ini kemudian disimpan di kulkas laboratorium dengan suhu minus 20 derajat celcius selama beberapa minggu. Setelah dicairkan secara perlahan, makhluk hidup tertua di dunia ini mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Kini kedua cacing itu bergerak dan memakan bakteri e.Coli yang disediakan oleh peneliti sebagai makanan cacing tersebut.

"Data kami menunjukkan kemampuan organisme multiseluler untuk bertahan hidup dalam jangka panjang  (puluhan ribu tahun) di bawah kondisi pengawetan alami," ujar peneliti dalam sebuah pertanyaan seperti mengutip Newatlas.

" Jelas bahwa kemampuan nematoda Pleitosen ini memiliki beberapa mekanisme adaptif yang bisa digunakan sebagai penelitian ilmiah dan praktis di bidang cryomedicine, cryobiology, dan astrobilogy."

Para peneliti mengatakan kedua cacing ini berjenis kelamin betina. Proses cryobiosis ini memang bekerja bagi organisme uniseluler seperti amuba, bakteri, dan bibit tanaman tertentu. Akan tetapi, hidupnya dua ekor cacing ini menandai pertama kalinya organisme multiseluler  bisa dihidupkan kembali.

Kendati demikian penemuan yang luar biasa ini bukan berarti bisa menghidupkan kembali manusia kuno atau hewan besar lainnya. Pasalnya  dua nematoda ini adalah makhluk yang sangat sederhana. 

Riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal Doklady Biological Sciences.

Pencapaian terbaik yang mungkin terjadi adalah memberikan nafas kepada mamut dari era Pleitosen dengan cara mencampur kloning dan perkawinan silang ala film Jurassic Park. (evn)