Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan kedua gempa tersebut memiliki sumber yang berbeda dan punya jarak yang sangat jauh.
"Itu hoaks, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa Megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," kata Dwikorita dalam keterangannya, Kamis (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwikorita menuturkan belum ada teknologi atau cara yang bisa memprediksi secara tepat soal kapan dan di mana serta berapa kekuatan gempa yang bakal terjadi.
Lebih lanjut, Dwikorita, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai kabar bohong yang banyak beredar lewat media sosial.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,4 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi pada Minggu (29/7). Sedikitnya ada 16 orang yang tewas karena gempa tersebut.