BMKG: Gempa Lombok Pemicu Megathrust di Selatan Jawa Hoaks

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 14:30 WIB
BMKG menegaskan isu soal gempa Lombok yang bakal memicu gempa Megathrust di Selatan Jawa-Selatan Sunda adalah kabar bohong alias hoaks. BMKG menegaskan isu soal gempa Lombok yang bakal memicu gempa Megathrust di Selatan Jawa-Selatan Sunda adalah kabar bohong alias hoaks. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan isu soal gempa Lombok yang bakal memicu gempa Megathrust di Selatan Jawa-Selatan Sunda adalah kabar bohong alias hoaks.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan kedua gempa tersebut memiliki sumber yang berbeda dan punya jarak yang sangat jauh.

"Itu hoaks, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa Megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," kata Dwikorita dalam keterangannya, Kamis (2/8).


Gempa Lombok sendiri diketahui disebabkan oleh patahan aktif, sedangkan Megathrust dibangkitkan oleh tumbukan lempeng di zona subduksi. Dia menuding kabar bohong soal Megathrust sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menciptakan kepanikan.


Dwikorita menuturkan belum ada teknologi atau cara yang bisa memprediksi secara tepat soal kapan dan di mana serta berapa kekuatan gempa yang bakal terjadi.

"Potensi gempa kuat di zona Megathrust selatan Jawa Barat - Selat Sunda seperti halnya zona Megathust Mentawai adalah hasil kajian yang siapa pun tidak tau kapan terjadinya," tuturnya.


Lebih lanjut, Dwikorita, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai kabar bohong yang banyak beredar lewat media sosial.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,4 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi pada Minggu (29/7). Sedikitnya ada 16 orang yang tewas karena gempa tersebut.
(asa)