Bulan, Venus, dan Jupiter Berjejer Hingga Kamis Malam

RBC, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 07:38 WIB
Bulan, Venus, dan Jupiter Berjejer Hingga Kamis Malam Ilustrasi planet Jupiter. (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minggu-minggu ini merupakan periode yang spesial bagi para pengamat langit. Setelah disuguhkan gerhana bulan terpanjang di abad 21 dan hujan meteor Perseids, akan ada fenonema planet Venus, Jupiter, dan bulan bejejer dalam satu garis lurus.

Mulai malam nanti (14/8) hingga Kamis (16/8) malam, bulan sabit akan tampak seakan bergerak dari arah planet Venus mendekat ke arah planet Jupiter. Pergerakan ini disebabkan oleh gerak bulan dalam orbitnya mengelilingi Bumi.

Tak hanya itu saja, saat melihat bulan sabit nanti, cobalah untuk memperhatikan sisi bulan yang tidak terang. Itu adalah sisi malam hari di bulan yang disebut earthshine.


Earthshine adalah bagian gelap bulan yang masih sedikit terlihat karena dua kali terkena pantulan cahaya matahari-dari matahari ke bulan, bulan memantulkannya ke bumi, dan bumi memantulkannya kembali ke bulan.

Sebagaimana bulan penuh (purnama) dapat menerangi langit jika dilihat dari bumi, demikian pula Bumi penuh dapat menerangi langit jika dilihat dari bulan pada peristiwa kali ini.

Pasalnya, fase Bumi penuh dapat dengan lebih efektif menerangi bulan ketimbang bulan purnama menerangi Bumi. Hal itu dikarenakan bumi memiliki permukaan yang 13 kali lebih luas daripada permukaan bulan, dan Bumi dapat memantulkan cahaya matahari tiga kali lebih banyak daripada bulan. Maka, fase Bumi penuh di langit bulan kira-kira 40 kali lebih terang ketimbang fase bulan purnama di langit Bumi.

Dalam fenomena selama tiga malam ke depan, planet yang akan paling terang terlihat adalah Venus, dan ia akan menjadi planet yang jaraknya paling dekat dengan bulan pada malam ini.

Pada saat kita melihat bulan sebelum matahari terbenam, yang selalu terlihat adalah bulan sabit menuju purnama. Kebalikannya, setiap kali Venus muncul dan tampak seperti bintang setelah matahari terbenam, jika dilihat menggunakan teleskop ia akan selalu terlihat pada fase nyaris penuh.

Perbedaan ini disebabkan oleh pergerakan bulan yang mengelilingi bumi, dan pergerakan Venus yang mengelilingi matahari. Tahun ini, Venus mulai tampak sebagai bintang di langit malam sejak 9 Januari lalu, dan akan menghilang dari langit pada 26 Oktober mendatang.

Jika diamati menggunakan teleskop, dalam beberapa bulan kedepan jadi saat tepat untuk mengamati Venus karena planet ini akan memasuki fase sabit pada bulan September dan Oktober.

Mengutip Earthsky, pengamatan menggunakan teleskop bisa mengamati bulan-bulan Galilean yang merupakan empat bulan besar di sekitar planet Jupiter.

Keempat bulan tersebut adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Walaupun jarak mereka dari Jupiter lebih jauh ketimbang jarak bulan dari bumi, tetapi keempatnya bergerak lebih cepat mengelilingi Jupiter. (evn)