Wahana Antariksa Juno Temukan Gunung Berapi di Jupiter

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 08:46 WIB
Wahana Antariksa Juno Temukan Gunung Berapi di Jupiter Wahana antariksa Juno menemukan sumber panas di bulan kecil plante Jupiter. (Foto: Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana antariksa Juno milik Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengumpulkan data yang mengindikasikan adanya sumber panas baru di bulan kecil Jupiter.

Data yang dikumpulkan pada 16 Desember 2017 menggunakan infra merah saat Juno berada di ketinggian 470 ribu km dari bulan.

"Sumber panas terbaru yang dikumpulkan oleh Instrumen Jovian InfraRed Auroral Mapper (JIRAM) berasal dari jarak 300 km dari titik terdekat pada pengamatan terakhir," ungkap Alessandro Mura, anggota tim investigator dari National Institute for Astrophysics seperti dilaporkan Phys.


Tim memastikan akan melakukan evaluasi terhadap data yang dikumpulkan Juno. NASA sebelumnya telah melakukan eksplorasi di sistem Jovian (Voyagers 1 dan 2, Galileo, Cassini, dan New Horizons).

Dalam eksplorasi tersebut, NASA sejauh ini telah menemukan lebih dari 150 gunung berapi aktif di luar angkasa. Ilmuwan memperkirakan ada sekitar 250 gunung api yang saat ini masih belum berhasil diungkap.

Sejak diluncurkan pada 5 Agustus 2011, wahana antariksa ini berhasil terbang merekam data dari jarak 235 juta kilometer sejak memasuki orbit Jupiter pada 4 Juli 2016.

NASA berencana mempensiunkan Juni pada 16 Juli, sebelum akhirnya diputuskan untuk memperpanjang masa hidupnya sampai 2022 mendatang.

Alasan masalah teknis meliputi kecepatan orbit Juno yang mulai melambat dari kecepatan yang telah direncanakan membuat ilmuwan berpikir ulang untuk melanjutkan misi ekspedisi hingga September 2022. (evn)