Data yang dikumpulkan pada 16 Desember 2017 menggunakan infra merah saat Juno berada di ketinggian 470 ribu km dari bulan.
"Sumber panas terbaru yang dikumpulkan oleh Instrumen Jovian InfraRed Auroral Mapper (JIRAM) berasal dari jarak 300 km dari titik terdekat pada pengamatan terakhir," ungkap Alessandro Mura, anggota tim investigator dari National Institute for Astrophysics seperti dilaporkan Phys.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam eksplorasi tersebut, NASA sejauh ini telah menemukan lebih dari 150 gunung berapi aktif di luar angkasa. Ilmuwan memperkirakan ada sekitar 250 gunung api yang saat ini masih belum berhasil diungkap.
Alasan masalah teknis meliputi kecepatan orbit Juno yang mulai melambat dari kecepatan yang telah direncanakan membuat ilmuwan berpikir ulang untuk melanjutkan misi ekspedisi hingga September 2022. (evn)