Investor Apple Suntik Rp5,2 Triliun di Perusahaan India
Agnes Savithri | CNN Indonesia
Selasa, 28 Agu 2018 11:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Investor, pengusaha, dan philanthropist Warren Buffett dikabarkan akan menyuntikkan investasi pada perusahaan pembayaran digital di India.
Dilansir dari CNNMoney, perusahaan investasi Berkshire Hathaway miliknya akan segera mengambil saham Paytm. Kedua perusahaan telah membahas selama beberapa bulan terkait nilai investasi yang dikabarkan mencapai 25 miliar rupee atau sekitar US$360 juta.
Sementara itu, Paytm sendiri memiliki valuasi sekitar US$10 miliar. Kesepakatan kedua perusahaan ini segera diumumkan ke publik pada pekan ini. Investasi ini akan menjadi yang pertama dilakukan Buffett pada perusahaan India.
Investasi ini pun membuatnya memasuki pasar yang tumbuh cepat di mana beberapa pemain top Silicon Valley sudah mulai mencari incaran. Google meluncurkan aplikasi pembayaran digital Tez di India tahun lalu, dan WhatsApp sedang menguji layanan serupa.
as a preferred
source on Google
Dilansir dari CNNMoney, perusahaan investasi Berkshire Hathaway miliknya akan segera mengambil saham Paytm. Kedua perusahaan telah membahas selama beberapa bulan terkait nilai investasi yang dikabarkan mencapai 25 miliar rupee atau sekitar US$360 juta.
Sementara itu, Paytm sendiri memiliki valuasi sekitar US$10 miliar. Kesepakatan kedua perusahaan ini segera diumumkan ke publik pada pekan ini. Investasi ini akan menjadi yang pertama dilakukan Buffett pada perusahaan India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak daya tarik," kata DD Mishra, Direktur Penelitian Gartner.
"Pasar ini akan sangat kompetitif, dan Anda membutuhkan kantong yang lebih dalam untuk bertahan hidup untuk waktu yang lama," tambahnya.
Orang India suka melakukan bisnis dalam bentuk uang tunai, dan sebagian besar transaksi di negara itu masih dilakukan dalam uang rupee dan koin. Tetapi keputusan mengejutkan Perdana Menteri Narendra Modi untuk melarang 86% dari uang tunai India pada November 2016 memberikan dorongan besar untuk dompet online seperti Paytm.
Paytm memiliki 10 juta pengguna baru dalam waktu satu bulan. Mereka adalah pemimpin pasar dalam pembayaran mobile, dengan lebih dari 300 juta pengguna, dan juga telah memulai platform ritel online bernama Paytm Mall untuk mengambil Amazon dan Flipkart, yang dibeli oleh Walmart (WMT) awal tahun ini.
Penduduk muda India yang besar dengan pendapatan yang terus meningkat menjadikannya pasar yang sangat menjanjikan untuk pembayaran mobile dan belanja online, kata Kenny Liew, Analis Firma Riset Fitch Solutions.
Buffet sejauh ini merupakan investor untuk sejumlah perusahaan rakasasa di berbagai bidang seperti Apple, Coca Cola, American Express, Southwest Airlines hingga Delta Air Lines.
(age)
Add
Orang India suka melakukan bisnis dalam bentuk uang tunai, dan sebagian besar transaksi di negara itu masih dilakukan dalam uang rupee dan koin. Tetapi keputusan mengejutkan Perdana Menteri Narendra Modi untuk melarang 86% dari uang tunai India pada November 2016 memberikan dorongan besar untuk dompet online seperti Paytm.
Penduduk muda India yang besar dengan pendapatan yang terus meningkat menjadikannya pasar yang sangat menjanjikan untuk pembayaran mobile dan belanja online, kata Kenny Liew, Analis Firma Riset Fitch Solutions.
Buffet sejauh ini merupakan investor untuk sejumlah perusahaan rakasasa di berbagai bidang seperti Apple, Coca Cola, American Express, Southwest Airlines hingga Delta Air Lines.
as a preferred source on Google