Sistem AI yang mereka gunakan akan membaca sejauh mana pengguna memahami materi dari soal yang berhasil mereka jawab. Setelahnya, mengarahkan pengguna untuk melanjutkan pembelajaran ke materi-materi yang belum dipahami.
"Teknologi AI digunakan untuk mengumpulkan data dari para pengguna Quipper, yakni data berupa soal-soal apa yang dijawab benar dan dijawab salah oleh seorang pengguna," ujar Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi keberadaan AI di sini fungsinya untuk menjadikan proses pembelajaran di Quipper lebih personalized, sesuai dengan kebutuhan, karena setiap anak, setiap pengguna kan kebutuhannya berbeda-beda, itu yang dibantu dipahami oleh AI," jelas Homma.
Sebelumnya, sebuah perusahaan teknologi edukasi (ed-tech) asal London yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 2014 silam sedang mengembangkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam layanan pendidikan yang ditawarkannya. (eks)