Fikri mengatakan transaksi ponsel bekas justru meningkat sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri lantaran saat itu masyarakat sudah mengantongi Tunjangan Hari Raya (THR) sehingga memengaruhi daya beli.
Alih-alih mempermasalahkan transaksi jual beli ponsel second, menurutnya peningkatan justru terjadi untuk konsumen yang ingin tukar tambah dengan ponsel baru. Fenomena ini terjadi jelang Idul Fitri, lantaran konsumen ingin memiliki ponsel baru untuk dipamerkan saat pulang kampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemiliki toko lainnya, Noer juga mengakui transaksi ponsel second meningkat di saat Ramadan-Lebaran. Tak jarang, konsumen juga menjual ponselnya sebagai modal untuk pulang kampung.
"Konsumen biasanya pada jual ponsel sebelum lebaran untuk pulang kampung atau kasih uang ke keluarganya di kampung," ujar Noer.
"Sejauh ini, hanya beberapa model ponsel saja yang mengalami penyesuaian harga terkait dengan pelemahan rupiah. Secara umum, segmen entry-level dan low-end yang akan menerima dampak terbesar karena margin tipis," ungkap Risky melalui surel.
Menghadapi kondisi rupiah yang sedang fluktuatif, Risky mengatakan vendor akan merevisi strategi bisnis demi mempertahankan margin agar tetap untung. Meski ia tak memungkiri jika karakter konsumen di segmen tersebut sangat sensitif terhadap perubahan harga. "Jika harga suatu produk smartphone naik, maka bukan tidak mungkin mereka akan berpaling ke merk lain yang menawarkan harga dan spesifikasi yang lebih kompetitif."
(evn)