Jual Beli HP Second Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

RBC & Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 19:25 WIB
Jual Beli HP <i>Second</i> Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pedagang ponsel di ITC Kuningan, Jakarta Selatan mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak memengaruhi transaksi jual beli ponsel bekas (second). Fikri, salah satu pemilik toko ponsel mengatakan transaksi jual beli ponsel bekas masih berjalan normal.

Fikri mengatakan transaksi ponsel bekas justru meningkat sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri lantaran saat itu masyarakat sudah mengantongi Tunjangan Hari Raya (THR) sehingga memengaruhi daya beli.

Alih-alih mempermasalahkan transaksi jual beli ponsel second, menurutnya peningkatan justru terjadi untuk konsumen yang ingin tukar tambah dengan ponsel baru. Fenomena ini terjadi jelang Idul Fitri, lantaran konsumen ingin memiliki ponsel baru untuk dipamerkan saat pulang kampung.


"Lebaran malah meningkat tukar tambah maupun yang mau jual ponsel second. Tapi yang signifikan itu tukar tambah ponsel second ke baru," kata Fikri kepada CNNIndonesia.com di tokonya, Jumat (14/9).

Pemiliki toko lainnya, Noer juga mengakui transaksi ponsel second meningkat di saat Ramadan-Lebaran. Tak jarang, konsumen juga menjual ponselnya sebagai modal untuk pulang kampung.

Noer mengatakan biasanya ponsel yang laku dijual itu masuk ke segmen low-mid end atau ponsel entry level di kisaran harga Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Oleh karena itu pihaknya tidak akan menolak ponsel entry dengan harga yang tepat tentunya.

"Konsumen biasanya pada jual ponsel sebelum lebaran untuk pulang kampung atau kasih uang ke keluarganya di kampung," ujar Noer.

Temuan pasar ini senada dengan temuan lembaga riset International Data Corporation (IDC) mengenai tren penurunan penjualan ponsel terkait pelemahan rupiah. Market analyst IDC, Risky Febrian mengatakan pelemahan rupiah tak berimbas terhadap penjualan ponsel di semua segmen.

"Sejauh ini, hanya beberapa model ponsel saja yang mengalami penyesuaian harga terkait dengan pelemahan rupiah. Secara umum, segmen entry-level dan low-end yang akan menerima dampak terbesar karena margin tipis," ungkap Risky melalui surel.

Menghadapi kondisi rupiah yang sedang fluktuatif, Risky mengatakan vendor akan merevisi strategi bisnis demi mempertahankan margin agar tetap untung. Meski ia tak memungkiri jika karakter konsumen di segmen tersebut sangat sensitif terhadap perubahan harga. "Jika harga suatu produk smartphone naik, maka bukan tidak mungkin mereka akan berpaling ke merk lain yang menawarkan harga dan spesifikasi yang lebih kompetitif."

(evn)