Grab Buka Suara Soal Potongan Komisi 20 Persen Ojek Online

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 19:15 WIB
Grab Buka Suara Soal Potongan Komisi 20 Persen Ojek Online Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Grab, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9). Aksi tersebut dilakukan berkaitan dengan potongan tarif sebesar 20 persen oleh perusahaan. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab buka suara tanggapi salah satu permintaan Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) yakni menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator. Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengungkapkan pihaknya mengambil hanya sebagian kecil.

"Mayoritas penghasilan ke pengemudi. Kami hanya ambil minoritas. Kami ambil itu untuk investasi lebih lanjut. Investasi teknologi dan pengembangan aplikasi," papar Ridzki kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/9).

Ridzki menjelaskan pengembangan aplikasi ini meliputi kemudahan perjalanan, menjalankan GPS, cara menerima order lebih banyak, komunikasi lebih mudah antara pengemudi-penumpang dan lainnya.


"Sehingga menurut saya ini tuntutan yang mengada-ngada lagi," jelasnya.
Sebelumnya, Garda meminta tiga tuntutan kepada Grab. Pertama, perjanjian kemitraan antara aplikator dengan driver ojek online yang adil dan transparan. Kedua, aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi bukan supply demand algoritma.

Ketiga, hilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator. Tuntutan tersebut mereka sampaikan dengan melakukan demonstrasi di kantor operasional Grab.

Grab menyatakan siap untuk mendengar tuntutan para demonstran. Kendati demikian, Ridzki menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini tidak mewakilii keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab. Ia menyebut puluhan ribu mitra pengemudi masih beroperasi dengan normal pada hari ini. (jnp/age)