Rudiantara Sebut Data Center Tak Perlu di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 18:28 WIB
Rudiantara Sebut <i>Data Center</i> Tak Perlu di Indonesia Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan penempatan pusat data tak perlu di Indonesia karena dinilai tak efisien.

Hal itu disampaikan Rudiantara terkait dengan finalisasi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Salah satunya, Pasal 17 yang menyebutkan soal penempatan data harus di Indonesia.

Penempatan pusat data itu, kata dia, langkah tersebut tidak efisien karena sudah ada teknologi komputasi awan (cloud computing), yakni teknologi yang menjadikan Internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi.



"Namun nanti akan dibagi. Yang berkaitan dengan keamanan dan data pribadi, memang harus menggunakan data center di Indonesia. Selebihnya, itu bisa diunggah ke cloud computing," kata dia di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (27/9).


Kementerian itu menargetkan revisi itu akan diselesaikan pada akhir bulan ini. Rudiantara menuturkan beleid tersebut perlu diubah karena sudah tidak mengikuti perkembangan zaman dan kurang mengakomodasi ekonomi digital yang kian berkembang.

"Makanya minggu ini adalah finalisasi terakhir, jadi setelah ini tidak akan ada rapat-rapat lagi mengenai ini," kata dia.

Walaupun sudah memasuki finalisasi akhir, ia masih belum tahu kapan revisi ini bisa diterbitkan, di antaranya menunggu keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).


"Memang penyusunannya lama karena ini kan berkaitan dengan lintas sektor. Ada yang datanya tidak mau dibagi, tapi sudah jelas data-data mana saja yang sekiranya bisa dimasukkan ke cloud," ujarnya. (asa)